Senin 14 Feb 2022 04:55 WIB

Sulteng Siapkan Kawasan Pangan Penyokong IKN Nusantara

Warga minta kawasan pangan untuk kesejahteraan masyarakat dan pangan nasional.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Persawahan (ilustrasi). Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan lahan pengembangan pangan seluas 840 hektare di Desa Talaga, wilayah Pantai Barat, Kabupaten Donggala, untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Persawahan (ilustrasi). Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan lahan pengembangan pangan seluas 840 hektare di Desa Talaga, wilayah Pantai Barat, Kabupaten Donggala, untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan lahan pengembangan pangan seluas 840 hektare di Desa Talaga, wilayah Pantai Barat, Kabupaten Donggala, untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

"Lahan sudah disiapkan dan kami mulai sosialisasikan kepada masyarakat mengenai pembangunan kawasan pangan tersebut. Selanjutnya akan diberi nama Kawasan Pangan Nusantara untuk penyangga ibu kota negara di Kalimantan Timur," kata Tenaga Ahli Gubernur Sulteng M Ridha Saleh saat dihubungi dari Palu, Sulteng, Ahad (13/2/2022).

Baca Juga

Ridha mengemukakan sosialisasi rencana pembangunan Kawasan Pangan Nusantara telah dilakukan kepada warga Desa Talaga, Sabtu (12/2/2022). Ia menerangkan, sosialisasi itu merupakan tindak lanjut pertemuan antara Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Saat pertemuan, Menko Marves Luhut menyarankan kepada Gubernur Rusdy agar segera menyiapkan satu kawasan penyangga kebutuhan pangan IKN Nusantara.

 

Dalam pertemuan dengan warga Desa Talaga, Ridha menyebut beberapa kesepakatan mengemuka. Yaitu, pembangunan kawasan pangan semata-mata bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan kepentingan pangan nasional.

Ia juga menyebutkan, dalam pertemuan itu, warga meminta sosialisasi kembali dengan menghadirkan masyarakat dari Desa Kambayang dan Desa Sabang. "Masyarakat minta agar sosialisasi dilaksanakan kembali dengan menghadirkan masyarakat dari dua desa tersebut, sebelum tim dari Kemenko Marves turun meninjau lokasi tersebut pada akhir Februari," ungkapnya.

Ridha mengemukakan, tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sedang mendesain kawasan pangan Nusantara tersebut. Ia menyebut hal itu menjadi peluang besar bagi Sulteng untuk meningkatkan ekonomi petani, nelayan, pekebun, termasuk ekonomi daerah, yang sejalan dengan visi gerak cepat Sulteng untu lebih maju dan lebih sejahtera.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement