Rabu 09 Feb 2022 17:32 WIB

Tujuh Guru SD di Bandarlampung Tertular Covid-19

Tujuh guru SD dari dua sekolah di Bandarlampung dikonfirmasi tertular Covid-19

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Virus Covid-19 (ilustrasi). Tujuh guru SD dari dua sekolah di Bandarlampung dikonfirmasi tertular Covid-19.
Foto: Pixabay
Virus Covid-19 (ilustrasi). Tujuh guru SD dari dua sekolah di Bandarlampung dikonfirmasi tertular Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Tujuh guru sekolah dasar (SD) di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, dikonfirmasi tertular Covid-19 menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung Mulyadi, ada satu guru yang tertular Covid-19 di SDN 2 Beringin Raya dan enam guru yang positif Covid-19 di SDN 1 Tanjungsenang.

Mulyadi mengatakan guru yang terserang Covid-19 sudah menjalani isolasi mandiri (isoman). Pemerintah sudah menindaklanjuti penularan Covid-19 pada guru dengan melakukan pelacakan riwayat kontak dan pemeriksaan.

Baca Juga

"Kami sudah sampaikan kepada sekolah agar yang terpapar untuk isoman dulu. Kemudian yang tidak terpapar, mereka tetap piket dengan sistem shift dua sampai tiga orang supaya ada pelayanan bagi yang ingin legalisir ijazah atau keperluan surat menyurat," jelas Mulyadi.

Ia mengatakan dinas belum menerima laporan mengenai kasus penularan Covid-19 pada siswa sekolah di Bandarlampung. "Di tahun 2022, ini adalah kasus pertama di SD, khususnya tenaga pendidik, untuk informasi lainnya kami belum dapat," katanya.

 

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan ia sudah menerima laporan mengenai guru sekolah dasar yang terserang Covid-19. Dia meminta instansi pemerintah terkait bekerja sama mencegah dan mengatasi penularan Covid-19 di sekolah dan lingkungan yang lain.

"Saya yakin kalau kita kerja sama dengan baik dapat mengatasi COVID-19," katanya, Rabu (9/2/2022). Menurut Eva, masih banyak warga yang masih meremehkan Covid-19.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement