Senin 07 Feb 2022 16:07 WIB

Kecaman Keras Luhut untuk Para Penganjur Jangan Vaksin

Mayoritas pasien dengan gejala Covid-19 berat atau meninggal belum divaksin.

 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat mau divaksinasi dan tidak mendengarkan omongan orang yang menganjurkan tidak vaksin Covid-19. Vaksinasi adalah upaya melindungi diri dan bentuk tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.
Foto:

Hasil penelitian dari data sampel rumah sakit rujukan Covid-19, RSPI Sulianti Saroso, terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di ICU menunjukkan bahwa vaksinasi sangat penting untuk mengurangi risiko fatal infeksi virus korona.

Dari 12 sampel pasien Covid-19 yang dirawat dengan kondisi berat dan kritis, 6 pasien (50 persen) belum melakukan vaksinasi. Hal yang paling disesalkan adalah, tiga dari pasien yang belum divaksinasi dan dirawat secara intensif tersebut telah meninggal dunia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 186.589.750 orang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan 131.080.731 orang menjalani vaksinasi dosis kedua. Sementara untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 sudah disuntikkan ke 5.536.572 orang. Diketahui, sasaran target vaksinasi di Indonesia adalah 208.265.720 orang.

Pada November 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi beragam hoaks dan disinformasi tentang Covid-19, vaksinasi hingga PPKM sejak Januari 2020. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, hingga 25 November 2021 ditemukan hoaks tentang Covid-19 sebanyak 1.999 isu hoaks pada 5.162 unggahan media sosial di berbagai platform, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 4.463 unggahan.

"Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5.031 unggahan hoaks Covid-19 dan 131 unggahan lainnya sedang dalam proses tindak lanjut," ujar Dedy dikutip dalam siaran pers Kemkominfo, Jumat (26/11/2021).

Dedy melanjutkan, hoaks tentang vaksinasi Covid-19 juga ditemukan sebanyak 395 isu hoaks pada 2.449 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 2.257 unggahan. Namun, pemutusan akses telah dilakukan terhadap 2.449 unggahan hoaks vaksinasi Covid-19.

Sementara, hoaks tentang PPKM, telah ditemukan sebanyak 48 isu pada 1.194 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 1.176 unggahan. Pemutusan akses juga dilakukan terhadap 1.038 unggahan dan 156 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.

Dedy menyebut, jika dibandingkan dengan minggu lalu, maka di minggu ini pertambahan isu hoaks dan sebaran konten hoaks di sosial media, tidak melebihi angka di minggu yang lalu. Yakni terdapat penambahan sejumlah 8 isu dan 31 unggahan hoaks untuk Covid-19,5 isu dan 24 unggahan hoaks vaksinasi Covid-19.

Dedy mengatakan beragam hoaks yang masih terus menyebar ini menjadi salah satu kendala penanganan Covid-19 di Indonesia. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak melawan dan menangkal penyebaran hoaks.

"Mari kita dukung penanganan pandemi ini dengan tidak membuat dan menyebarkan hoaks. Bersama-sama kita lakukan literasi digital,tetap menjalankan prosedur kesehatan saat beraktivitas, melakukan vaksinasi, dan tekan risiko persebaran Covid-19," katanya.

photo
Mengenal vaksin booster dan beragam istilah di dalamnya - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement