Jumat 04 Feb 2022 03:15 WIB

12 Penumpang dari Jepang Mendarat di Bali

Kemarin sore penerbangan perdana dari Jepang kembali tiba di Bali.

Pekerja melintas di area Terminal Internasional yang lengang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (2/2/2022). Pemerintah akan mulai membuka kembali pintu masuk internasional di Bali bagi pelaku perjalanan luar negeri non pekerja migran Indonesia (PPLN non-PMI) pada 4 Februari 2022.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Pekerja melintas di area Terminal Internasional yang lengang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (2/2/2022). Pemerintah akan mulai membuka kembali pintu masuk internasional di Bali bagi pelaku perjalanan luar negeri non pekerja migran Indonesia (PPLN non-PMI) pada 4 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Penerbangan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 881 yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Kamis (3/2/2022) sore menjadi penerbangan komersial dengan rute internasional perdana yang tiba di bandara itu. Sebanyak 12 penumpang tiba di Bali dari Jepang.

Sebelumnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah mulai membuka pelayanan penerbangan internasional sejak 14 Oktober 2021 usai penerbangan bandara internasional di bandara itu ditutup akibat pandemi Covid-19. "Hari ini adalah hari perdana untuk adanya penerbangan secara direct dari luar negeri yang mendarat di Bandara Bali," ujar Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra di Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Baca Juga

Ia mengatakan, penerbangan GA 881 mengangkut 12 orang penumpang yang terbang dari Bandara Narita, Tokyo Jepang menuju Bali. Setibanya di Bali, para penumpang langsung melewati sejumlah tahapan pemeriksaan dokumen penerbangan serta pemeriksaan kesehatan sebelum bisa meninggalkan bandara menuju hotel karantina.

"Semua unsur terkait telah menjalankan tugasnya dengan baik. Seluruh alur kedatangan penumpang yang telah ditentukan sebelumnya juga bisa berjalan dengan baik," kata Kapolda Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Sementara itu, Dirut PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Dony Oskaria menjelaskan, kedatangan penerbangan internasional perdana dari Jepang tersebut merupakan suatu momentum yang sangat baik khususnya bagi dunia pariwisata di Bali yang terpuruk akibat pandemi. "Setelah dua tahun Bali tidak menerima tamu, hari ini adalah hari pertama yang patut kami syukuri," ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh BUMN yang tergabung dalam holding aviasi dan pariwisata sangat mendukung proses pemulihan pariwisata Bali dengan mulai datangnya berjalannya penerbangan rute internasional. "Kami terbang dengan Garuda Indonesia, bandara kami siapkan dengan sangat baik, proses Bali entry registration system juga berjalan dengan sangat baik kemudian juga di Nusa Dua yang berada di bawah Aviasi Pariwisata juga menyiapkan untuk karantinanya," ungkap Dony Oskaria.

Dengan sinergi itu, ia berharap Pulau Dewata kembali dapat menerima turis-turis asing dan sektor pariwisata serta perekonomian Bali bisa kembali bangkit.

Dalam keterangannya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, dibukanya kembali layanan penerbangan Narita-Denpasar merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam mendukung program pemerintah. Dukungan itu diberikan khususnya terkait dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional yang dioptimalkan melalui penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

"Dilayaninya penerbangan internasional Narita-Denpasar ini menjadi momentum tersendiri atas akselerasi dan sinergitas seluruh stakeholder penerbangan dalam mendukung kebangkitan sektor ekonomi nasional. Khususnya Bali yang merupakan salah satu kawasan ekonomi terpadu di Indonesia," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement