Ahad 02 Jan 2022 10:37 WIB

Menhub Pantau Pelabuhan Kali Adem

Menhub meninjau Pelabuhan Kali Adem untuk pastikan prokes berjalan baik.

Wisatawan turun dari kapal penumpang di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta (ilustrasi)
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Wisatawan turun dari kapal penumpang di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memantau Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Ahad (2/1). Menhub melakukan peninjaun untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik saat libur Tahun Baru 2022.

"Tahun baru, biasanya saudara kita banyak yang berlibur ke Pulau Seribu. Kali Adem adalah titik terbanyak pergerakan dari Jabodetabek ke arah Pulau seribu. Oleh karenanya, kita memang mempersilakan mereka untuk jalan-jalan, tetapi mesti prokes. Saya lihat tadi ini berjalan baik," ujar Budi.

Baca Juga

Menhub mengatakan pemeriksaan tiket pengaturan antrean penumpang di dermaga dilakukan dengan baik. Penumpang diwajibkan memindai kode batang (barcode) yang tersedia sebelum memasuki kapal dengan aplikasi PeduliLindungi. "Yang kedua, kita pakai safety jacket, tandanya adalah keselamatan itu diutamakan. Mereka-mereka yang di atas udah kita cek, jumlahnya 75 persen dari kapasitas dan mereka harus pakai life jacket. Keselamatan harus jadi satu keharusan juga," kata Budi.

Meski melakukan pengawalan dan pengawasan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19, Menhub juga meminta otoritas pelabuhan, pengelola kapal, dan juga aparat keamanan, tetap dapat melayani penumpang dengan ramah. "Saya juga sampaikan kepada Pak Dirjen, kita di tengah Covid ini harus strict berkaitan dengan upaya pencegahan Covid apalagi ada Omicron. Tetapi, kita harus melayani dengan baik, jangan marah-marah, fasilitas dilengkapi. Dan, saya senang sekali tadi polisi menyediakan fasilitas untuk antigen, bahkan juga mempersiapkan vaksinasi apabila ada yang belum vaksinasi, karena harus dua kali," ujar Budi.

Menhub menyampaikan memang ada kecenderungan pengelola kapal ingin memaksimalkan keuntungan pada masa ramai penumpang seperti libur Natal dan Tahun Baru dengan mengangkut penumpang melebih kapasitas kapal. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa penumpang.

"Itu salah satu kendala. Makanya, Pak Dirjen sudah ke sini memastikan bahwa kapasitas kapal itu sesuai. Kendala yang kedua, kesadaran atas kapal kapal itu memang sudah laik untuk digunakan, itu kadang-kadang harus diperiksa terus. Saya juga sudah minta kepada Pak Dirjen periksa itu kapal-kapal, dilakukan ramp check, kalau tidak ada, tidak bisa jalan," kata Budi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement