Senin 13 Dec 2021 08:40 WIB

Pemkot Bekasi Susun Skema Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

Sesuai rekomendasi BPOM, vaksinasi anak di Kota Bekasi menggunakan merek Sinovac.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Sejumlah pencari suaka, termasuk anak-anak antre untuk mendapatkan vaksin Covid-19 jenis Pfizer di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (8/12/2021)
Foto: ANTARA/Fransisco Carolio
Sejumlah pencari suaka, termasuk anak-anak antre untuk mendapatkan vaksin Covid-19 jenis Pfizer di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (8/12/2021)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyusun skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia enam hingga 11 tahun agar berjalan dengan lancar. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Vevi Herawati mengatakan, vaksinasi Covid-19 kategori anak rencananya dipusatkan di beberapa titik gedung sekolah dasar (SD).

"Kemungkinan besar di gedung sekolah dasar untuk memudahkan mengumpulkan peserta vaksinasi," kata Vevi di Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (12/12). Dia menjelaskan sesuai rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksinasi anak rencananya menggunakan merek Sinovac.

Baca Juga

Persiapan menuju vaksinasi anak di Kota Bekasi kini telah sampai pada tahap perencanaan. "Sedang kami susun perencanaannya, kami akan kumpulkan anak-anak itu di sekolah, strategi vaksinasi juga telah kita siapkan agar nanti berjalan lancar," kata Vevi.

Dinkes Kota Bekasi juga akan mendata peserta didik berusia enam tahun di pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk mengikuti vaksinasi di lokasi yang telah ditentukan. "Seperti kemarin vaksinasi usia 12-17 tahun, kami telusuri juga ke SD-SD, cari anak yang usianya sudah 12 tahun, tidak hanya di SMP saja. Karena khan masuk sekolah beda-beda umurnya," ucap Vevi.

Begitu pula bagi anak-anak yang menunda sekolah akibat terdampak pandemi setelah lebih dari setahun. Mereka juga akan didata sehingga bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. "Bisa saja kalau memang belum masuk SD, karena kita mengacunya kepada umur, bukan berdasarkan jenjang sekolah," ujar Vevi.

Staf Khusus Wali Kota Bekasi Bidang Kesehatan, Sudirman menjelaskan, pihaknya masih belum menentukan jumlah anak yang nantinya berhak menerima vaksinasi Covid-19 mengingat ada dua data yang akan disandingkan terlebih dahulu.

"Data Disdukcapil dan Dapodik Dinas Pendidikan akan kita sinkronkan. Kalau di Dapodik jumlah anak usia enam sampai 11 tahun yang tercatat bersekolah di Kota Bekasi ada 200 ribu jiwa sedangkan data Disdukcapil 250 ribu anak. Nanti kami saring lagi untuk menentukan jumlah target," kata Sudirman.

Pemkot Bekasi, kata dia, sedang fokus mengejar target vaksinasi lansia minimal 60 persen yang menjadi syarat utama sebelum diperbolehkan untuk menggelar vaksinasi anak. Berdasarkan diktum kesatu huruf c pada Instruksi Mendagri Nomor 66 Tahun 2021 disebutkan bahwa setiap daerah perlu memulai vaksinasi anak usai enam hingga 11 tahun dengan ketentuan vaksinasi keseluruhan mencapai minimal 70 persen dari total sasaran serta vaksinasi lansia minimal telah menjangkau 60 persen.

Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Bekasi sudah menjangkau sebanyak 1.528.185 jiwa setara 75,8 persen dari total sasaran vaksinasi sedangkan vaksinasi lansia baru menyasar 88 ribu jiwa atau 56,56 persen dari total sasaran sebanyak 156 ribu lansia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement