Ahad 28 Nov 2021 06:50 WIB

Tarif Transpakuan Diperkirakan Lebih Murah dari Transjakarta

Transpakuan di Kota Bogor saat ini masih dalam tahap uji coba operasional.

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti, ketika melaksanakan press tour terkait evaluasi Biskita Transpakuan di Kota Bogor, Sabtu (27/11).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti, ketika melaksanakan press tour terkait evaluasi Biskita Transpakuan di Kota Bogor, Sabtu (27/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan memperkirakan besaran tarif tiket yang diterapkan pada BisKita TransPakuan di Kota Bogor lebih rendah dari tiket bus TransJakarta. Kepala BPTJ, Polana B Pramesti mengatakan BisKita Transpakuan di Kota Bogor saat ini masih dalam tahap uji coba operasional sejak 2 November lalu hingga akhir tahun 2021.

"Selama pelaksanaan uji coba tersebut, tidak ada tarif tiket alias gratis, untuk bus dengan fasilitas AC dan kenyamanan lainnya," katanya, Sabtu (27/11).

Menurut Polana, operasional bisa dilakukan secara gratis, karena BisKita mendapat subsidi dari pemerintah melalui BPTJ. "BPTJ segera melakukan evaluasi, apakah operasional gratis itu sampai akhir tahun atau masih bisa diperpanjang beberapa waktu lagi," katanya.

Ia memastikan, sebelum mengenakan tarif kepada masyarakat, BPTJ akan melakukan survei kepada masyarakat Kota Bogor yang menjadi pengguna jasa BisKita terkait besaran tarif yang pantas.Terkait kemungkinantarifnya akan sama dengan tarif tiket Transjakarta yakni Rp 3.500, Polana memastikan tarif akan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rata-rata masyarakat Kota Bogor.

"Tarifnya berbeda, masyarakat Jakarta income-nya berbeda kan dengan masyarakat Bogor," ujarnya.

Meski demikian, Polana mengisyaratkan tarif yang akan diterapkan pada BisKita TransPakuan, akan lebih rendah dari tarif bus TransJakarta.

"Pada saatnya diterapkan tarif, akan disurvei dulu, berapa kesanggupan masyarakat membayar tarif BisKita ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kojari) Kota Bogor, Dewi Djani Tjandera, selaku investor BisKita Transpakuan, mengusulkan jika nantinya BisKita Transpakuan berbayar agar tarifnya Rp 2.500 saja. 

"Tarif itu sudah pantas untuk bus dengan fasilitas AC yang nyaman di Kota Bogor," katanya.

Sebelumnya, BPTJ mengoperasikan sebanyak 10 unit BisKita Transpakuan di Kota Bogor sejak 2 November lalu. Nantinya, BPTJ akan menambah 10 unit lagi pada Ahad (28/11). Kemudian pengelola akan menambah lagi unit bus hingga seluruhnya mencapai 49 unit BisKita sampai akhir tahun 2021.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement