Rabu 24 Nov 2021 16:04 WIB

Petugas Gabungan Gerebek Lumpur di Kali Sunter

Petugas gabungan dikerahkan untuk bersihkan lumpur dan eceng gondok dari Kali Sunter.

Petugas gabungan dari UPK Badan Air DKI Jakarta bersama PPSU membersihkan Kali Sunter, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/11). Kegiatan tersebut dialkukan sebagai upaya antisipasi banjir di kawasan Cipinang Melayu sekaligus memperlancar aliran sungai yang tersumbat akibat tumbuhan eceng gondok dan ilalang yang memenuhi Kali Sunter. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas gabungan dari UPK Badan Air DKI Jakarta bersama PPSU membersihkan Kali Sunter, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/11). Kegiatan tersebut dialkukan sebagai upaya antisipasi banjir di kawasan Cipinang Melayu sekaligus memperlancar aliran sungai yang tersumbat akibat tumbuhan eceng gondok dan ilalang yang memenuhi Kali Sunter. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas gabungan dari beberapa instansi melakukan kegiatan gerebek lumpur di Kali Sunter, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut.

Lurah Cipinang Melayu, Aroyantoro mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan petugas dari UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) hingga warga sekitar.

Baca Juga

"Dari tiga kelompok ini kita melakukan di dua RW, yaitu RW 10 dan RW 12," kata Aroyantoro di Jakarta, Rabu (24/11).

Aroyantoro mengatakan, total ada sebanyak 30 petugas gabungan yang dikerahkan untuk membersihkan lumpur dan eceng gondok dari Kali Sunter. Pembersihan tak hanya dilakukan secara manual, namun juga mengerahkan satu unit alat berat atau ekskavator untuk mengangkat endapan lumpur.

"Dari hasil evaluasi kita, hari ini karena banyaknya lumpur dan eceng gondok yang menyumbat aliran air ini yang kita coba bersihkan dari saluran," ujar Aroyantoro.

Dia menambahkan, gerebek lumpur di Kali Sunter tersebut dilakukan selama tiga hari ke depan. "Karena memang untuk satu hari ini kurang cukup ya dari panjangnya kali dan dari SDM-nya," tutur Aroyantoro.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement