Senin 15 Nov 2021 19:16 WIB

Palangka Raya Tanggap Darurat Banjir Dua Pekan

Banjir melanda 17 dari 30 kelurahan di Kota Palangka Raya. 

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin (kanan) memberikan paket sembako kepada warga saat meninjau banjir di Jalan Mendawai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (14/9/2021). Fairid Naparin menyalurkan ratusan bantuan paket sembako dan mendata warga yang membutuhkan obat-obatan serta memberi rasa semangat kepada warga terdampak banjir luapan Sungai Kahayan di Palangkaraya sejak Selasa (7/9/2021).
Foto: Antara/Makna Zaezar
Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin (kanan) memberikan paket sembako kepada warga saat meninjau banjir di Jalan Mendawai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (14/9/2021). Fairid Naparin menyalurkan ratusan bantuan paket sembako dan mendata warga yang membutuhkan obat-obatan serta memberi rasa semangat kepada warga terdampak banjir luapan Sungai Kahayan di Palangkaraya sejak Selasa (7/9/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Pemerintah Kota Palangka Raya di Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari. Penetapan status tanggap darurat banjir diberlakukan dari 12-25 November 2021.

"Status tanggap darurat banjir ini akan dievaluasi kembali. Bisa saja dicabut atau diperpanjang. Semua menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Senin (15/11).

Baca Juga

Banjir melanda 17 dari 30 kelurahan yang ada di Kota Palangka Raya. Hingga 14 November 2021 banjir tercatat berdampak pada 10.739 warga kota tersebut.

Kelurahan yang wilayahnya terdampak banjir meliputi Tangkiling, Banturung, Sei Gohong, Tumbang Tahai, Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Pahandut, Danau Tundai, Kameloh Baru, Bereng Bengkel, Kalampangan, Tanjung Pinang, Langkai, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, dan Marang.

 

Bencana banjir yang terjadi akibat luapan air Sungai Kahayan, Sungai Rungan, dan Sungai Sabangau menimbulkan genangan setinggi 20 sampai 60 cm di kelurahan-kelurahan tersebut. Wali Kota mengatakan, pemerintah sudah menyediakan posko pengungsian dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan korban banjir.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement