Selasa 26 Oct 2021 14:03 WIB

Pemkot Surabaya Matangkan Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana

Ada beberapa titik kawasan yang perlu diantisipasi yakni Kenjeran dan Kali Lamong.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah anak bermain genangan rob di Kenjeran Park, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/5/2021). BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memprediksi banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah pesisir di Surabaya tersebut terjadi hingga 29 Mei 2021.
Foto: Antara/Didik Suhartono
Sejumlah anak bermain genangan rob di Kenjeran Park, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/5/2021). BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memprediksi banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah pesisir di Surabaya tersebut terjadi hingga 29 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya menggelar apel pasukan dan peralatan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam 2021 di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Senin (25/10).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana itu penting. Sebab, bencana bisa datang secara tiba-tiba. Eri pun mengaku terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam upaya mengantisipasi bencana alam.

Eri mengatakan, menurut BMKG, terjadinya bencana masih bisa diamati dan dirasakan tanda-tandanya. Meskipun, ada juga bencana yang tidak bisa diprediksi, seperti hujan dan musim yang berubah-ubah.

"Maka dari itu Pemkot Surabaya dan seluruh jajaran Forkopimda Surabaya melakukan kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan itu juga telah dipersiapkan mulai dari sarpasnya seperti alat, mobil damkar, ambulance dan lain sebagainya,” kata Eri.

Eri menjelaskan, saat ini Pemkot Surabaya sudah melakukan antisipasi penanggulangan bencana. Mulai dari mencegah pohon tumbang dengan perantingan, serta mengantisipasi terjadinya banjir dengan melakukan pengecekan seluruh-saluran air.

Menurutnya, ada beberapa titik kawasan yang perlu diantisipasi. Yakni di pesisir pantai seperti Kenjeran dan Kali Lamong. Guna mencegah terjadinya banjir di kawasan ini, Pemkot bakal memperkuat dengan tanggul dan melakukan penyisiran pantai untuk mencari titik mana saja yang berpotensi terjadi bencana besar.

Baca juga : Pemkot Bogor Tunggu Rekomendasi Terowongan Kuno

“Kita akan menyisir pantai-pantai untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang naik. Selain itu, juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui wilayah Surabaya mana saja yang berpotensi lebih besar terjadi bencana alam. Bila sudah diketahui maka kita fokuskan pada titik yang rawan bencana,” ujarnya.

Eri juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, bila terjadi gangguan atau bencana di Kota Surabaya, bisa segera menghubungi Call Center 112. Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan. Masyarakat juga diharapkannya dapat memperkuat ibadah serta mendoakan Kota Surabaya agar terhindar dari bencana.

“Seperti halnya saat ini, pandemi Covid-19 sudah mulai melandai, karena itu semua berkat kerja keras dan doa bersama Forkopimda serta masyarakat Kota Surabaya,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement