Sabtu 23 Oct 2021 23:21 WIB

Pemko Padang Luncurkan Jurus Atasi Rentenir

Pandemi Covid telah menyebabkan banyak pelaku usaha bankrut dan terjebak rentenir.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Teguh Firmansyah
Wali Kota Padang Hendri Septa.
Foto: Antara
Wali Kota Padang Hendri Septa.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan Pemko kini melaksanakan program atau terobosan baru Mengatasi Rentenir di Ranah Minang (Marandang). Program ini diinisiasi Bank Nagari yang menggandeng Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL) Kota Padang. Program ini resmi di launching pada Jumat (22/10).

Hendri mengatakan, melalui program baru Bank Nagari ini, pemerintah telah memberikan langkah baik agar pelaku usaha tidak terbebankan lagi pada rentenir yang menaruh syarat yang tidak wajar saat meminjamkan uangnya. "Pemerintah hadir bersama Bank Nagari untuk memberikan kemudahan dengan bunga yang serendah-rendahnya kepada pelaku usaha dengan maksimal pinjaman Rp 10 juta," kata Hendri, Sabtu (23/10).

Baca Juga

Hendri menyebut dengan adanya sistem Program Marandang ini, mereka yakin bisa mengatasi rentenir di Kota Padang. Menurut Hendri, program ini dapat membantu pedagang kaki lima di Pasar Raya dan pasar-pasar tradisional lainnya.

Selain Marandang, Pemko juga melauncing QRIS. Menurut hendri dengan adanya sistem digitalisasi, pedagang bisa terbantu dan terhindar dari peredaran uang palsu.

Hendri menambahkan dampak pandemi covid-19 setidaknya banyak menyebabkan pedagang gulung tikar karena kekurangan modal dan banyak juga yang meminjam pada rentenir.

Kondisi tersebut, menurut dia cukup memprihatinkan karena modal belum kembali namun harus memikirkan bagaimana mengembalikan pinjaman ke rentenir.

"Untuk itu, mari kita  bersyukur dan berbangga Bank Nagari memberikan solusi bagi pedagang di Padang dalam melawan rentenir melalui program kredit Marandang dengan proses mudah, cepat, dan tanpa agunan," ujar dia.

Pimpinan Bank Nagari Cabang Pasar Raya Syafrizal  mengatakan keunggulan kredit Marandang yaitu tidak ada agunan, bunga rendah yakni 6 persen dan bisa auto debet dari rekening yang diberikan Bank Nagari. "Kita ingin pedagang dapat terus maju dan tidak terjerat lintah darat," kata Syafrizal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement