Kamis 07 Oct 2021 05:10 WIB

PTM Dinodai Tawuran, Satu Pelajar di Depok Tersabet Celurit

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Depok dinodai tawuran pelajar.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Mas Alamil Huda
Polisi mendata identitas diri pelajar sekolah yang berhasil diamankan saat akan melakukan tawuran antar pelajar di Mapolres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Selasa (31/8/2021). Polisi mengamankan tujuh puluh orang pelajar SMK dari Jakarta dan Tangerang serta sejumlah senjata tajam yang akan digunakan untuk menyerang salah satu SMK Swasta di Tangerang pada hari pertama diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Polisi mendata identitas diri pelajar sekolah yang berhasil diamankan saat akan melakukan tawuran antar pelajar di Mapolres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Selasa (31/8/2021). Polisi mengamankan tujuh puluh orang pelajar SMK dari Jakarta dan Tangerang serta sejumlah senjata tajam yang akan digunakan untuk menyerang salah satu SMK Swasta di Tangerang pada hari pertama diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Depok dinodai tawuran pelajar. Seorang pelajar yang sedang nongkrong diserang sekelompok pelajar di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok, Selasa (5/10) malam. Satu orang pelajar terkena sabetan celurit.

"Satu pelajar jadi korban tawuran. Korban Kiki (19 tahun), pelajar SMA kelas 3 di Depok mendapatkan perawatan intensif RS Asyifa Depok dengan sobek di punggung kiri dengan mendapat 23 jahitan," ujar  Ketua Pokdarkamtibmas Sektor Polsek Sawangan, Abdul Wahab di Mapolsek Sawangan, Kota Depok, Rabu (6/10)

Menurut Abdul, selain itu berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban yang sedang nongkrong bersama dengan teman-temannya di depan Perumahan Telaga Golf tiba-tiba diserang sekelompok pelajar lainnya.

"Korban sedang nongkrong lalu diserang segerombolan pelajar sambil mengacungkan senjata tajam. Salah seorang pelaku berhasil mengenai korban hingga terluka tersabet celurit di punggung sebelah kiri," terangnya.

Kapolsek Sawangan AKP M Meltha Mubarak menambahkan, pihaknya sedang melakukan  penyelidikan. "Masih kami selidiki, korban sudah diminta keterangan, mudah-mudahan pelaku dapat segera tertangkap," tuturnya.

Baca juga : Pemkot Depok Larang Penjual Makanan di Area Sekolah

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement