Sabtu 02 Oct 2021 12:57 WIB

Banjir di Gorontalo Berangsur Surut

Empat jembatan dan 2.300 warga terdampak banjir di empat kecamatan.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus Yulianto
Warga berjalan melintasi banjir di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (1/10/2021). Ratusan rumah dan jalan utama di daerah itu diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
Warga berjalan melintasi banjir di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (1/10/2021). Ratusan rumah dan jalan utama di daerah itu diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, berangsur surut. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat sehingga debit air beberapa sungai meluap pada Jumat malam (1/10), pukul 20.56 waktu setempat. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo memonitor, sekitar tiga jam setelah banjir, genangan berangsur-angsur surut. Fenomena ini disebabkan empat sungai tidak mampu menampung debit air hujan, yaitu Sungai Bulota, Biyonga, Uwabu dan Marisa.

"Kondisi tersebut menyebabkan 13 desa atau kelurahan yang tersebar di empat kecamatan terdampak banjir," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers, Sabtu (2/10).

Wilayah desa atau kelurahan yang terdampak yaitu Kelurahan Hunggaluwa, Tenilo, Hutuo, Kayubulan dan Bolihuanga di Kecamatan Limboto. Kemudian di Kecamatan Limboto Barat, desa terdampak di Yosonegoro, Tunggulo dan Haya-haya. Sedangkan di Telaga dan Pulubala wilayah terdampak antara lain Desa Ulapato B, Dulamayo, Ulupato A, Talumelito dan Tuladenggi. 

"Sebanyak 2.300 warga terdampak di empat kecamatan tersebut. Dampak lain, BPBD Kabupaten Gorontalo juga mencatat jembatan rusak sebanyak 4 unit," ujar Abdul.

Saat banjir terjadi, tinggi muka air berkisar 20 hingga 50 cm. BPBD telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, seperti evakuasi, pendataan korban terdampak, pendistribusian makan siap saji. Di beberapa titik petugas gabungan membantu warga untuk membersihkan material yang terbawa banjir.

Analisis inaRISK mengidentifikasi 17 kecamatan berpotensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Dari jumlah tersebut, beberapa wilayah terdampak termasuk ke dalam kecamatan yang berpotensi tersebut. Sedangkan dilihat dari peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Gorontalo masih berpeluang hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada hari ini dan esok hari. 

Berdasarkan data kejadian BNPB, sepanjang kurun waktu lima tahun (2015 – 2020) sebanyak 20 kejadian bencana banjir terjadi di Kabupaten Gorontalo. Jumlah korban meninggal dan hilang berjumlah lima jiwa pada periode waktu tersebut. 

Masyarakat diminta waspada dan siaga tidak hanya pada bahaya banjir, tetapi juga tanah longsor. Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kabupaten Gorontalo juga rentan terhadap gerakan tanah. Beberapa wilayah berpotensi di 12 kecamatan, dengan rincian 9 kecamatan pada kategori menengah, 2 pada menengah hingga tinggi, sedangkan 1 lainnya pada kategori tinggi, yaitu di Pulubala. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement