REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Kemenko PMK, Didik Suhardi, mengatakan pelajar Muhammadiyah diharapkan mendukung gerakan pendidikan karakter dalam gerakan revolusi mental. Ini penting agar gerakan ini tidak hanya diketahui, tapi dapat dilaksanakan serta menjadi teladan bagi para pelajar.
" Teori pendidikan yakni Moral knowing, moral feeling dan moral action yang dikatakan oleh Thomas Lickona harus dilaksakan secara simultan. Pelajar Muhammadiyah hendanya mendukung gerakan ini,'' kata Didik, dalam Workshop bertajuk "Mengembangkan Pelajar sebagai Influencer Revolusi Mental di Kalangan Pelajar" di Universitas Muhammadiyah Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (Ahad (26/9)
Selaras dengan itu, Ketua Umum PP IPM, Nashir Efendi, menegaskan para pelajar Muhammadiyah perlu dipacu agar dapat menjadi insan dan agen agen revolusi mental yang berkemajuan. Hasilnya nanti akan mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia dan kebudayaan Indonesia.
"Para pelajar Muhammadiyah misalnya didorong memiliki sikap moderat dan proporsional dalam menilai sesuatu. Karena salah satu tantangan bangsa saat ini adalah masih adanya bibit-bibit intoleransi dan ujaran kebencian (hate speech),'' katanya.
Sedangkan menurut Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, Faozan Amar mengajak kader IPM untuk terus menjadi agen pembawa perubahan (agen of change). Tujuan akhirnya adalah menjadi sosok manusia yang berguna dan bagi bangsa dan negara.
"Mengapa demikian? Karena pelajar dan anak muda hari ini akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan," tegasnya.
Workshop yang dihadiri oleh pelajar Muhammadiyah Mataram NTB tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam Gerakan Revolusi Mental.
Terkait gerakan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Falahuddinm, berharap kegiatan tersebut mampu menyeimbangkan antara harokah ilmiah dengan harokah amaliah. "Sepintar apapun jika kita tidak memiliki prilaku dan karakter yang baik maka tidak akan sukses," katanya.




