Senin 27 Sep 2021 16:09 WIB

Kuatkan Pancasila, Wali Kota Palu Minta Nasihat Try Sutrisno

Try Sutrisno mengingatkan anak-anak perlu diingatkan tentang nilai-nilai Pancasila.

Kuatkan Pancasila, Wali Kota Palu Minta Nasihat Try Sutrisno. Foto: Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno saat menjadi pembicara di Sarasehan Perayaan Nilai Keindonesiaan dari Bumi Tadulako, Senin (27/9).
Foto: Dok Republika
Kuatkan Pancasila, Wali Kota Palu Minta Nasihat Try Sutrisno. Foto: Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno saat menjadi pembicara di Sarasehan Perayaan Nilai Keindonesiaan dari Bumi Tadulako, Senin (27/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Palu Hardianto Rasyid menegaskan pihaknya siap membumikan Pancasila di Kota Palu. Karena itu, Pemkot Palu membutuhkan kerja sama dan arahan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Kami siap membumikan Pancasila di kota ini," kata Hardianto saat menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk Sarasehan Perayaan Nilai Keindonesiaan dari Bumi Tadulako, Senin (27/9).

Baca Juga

Karena itu, Hardianto mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan arahan dari BPIP, khususnya dari para pemimpin dan tokoh bangsa seperti Jenderal (Purn) Try Sutrisno yang saat ini menjadi Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP.

"Kami sangat membutuhkan begitu banyak nasihat yang luar biasa dari bapak (Try Sutrisno)," kata Hardianto.

Menurut Hardianto, pihaknya sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait penguatan nilai-nilai Pancasila dengan BPIP pada pertengahan tahun ini. Namun, pascapenandatanganan itu, kerja-kerja yang tertuang dalam kesepakatan sempat terbatas karena adanya PPKM.

"Kami berharap kerja-kerja nyata membumikan Pancasila ini sudah dapat diaktualisasikan pada tahun ini, tetapi dikarenakan pandemi covid-19, membatasi ruang gerak. Namu kami Insya Allah tetap melakukan penguatan aktualisasi Pancasila baik kepada ASN maupun masyarakat di Kota Palu. Insya Allah 2022 nanti lebih baik," kata Hardianto.

"Arahan dan pembinaan dari BPIP akan menjadi dasar bagi Kota Palu untuk melakukan penguatan nilai-nilai Pancasial berjalan dengan baik," tambah Hardianto.

Hardianto mengungkapkan kondisi tentang pandangan kaum muda terhadap Pancasila. Menurutnya, anak-anak saat ini bukannya tak mengenal Pancasila, tetapi kurang menjiwai.

"Ini kesalahan kami sebagai orang tua. Saya harap orang-orang tua Kota Palu tersadar kembali agar menyadarkan anak-anaknya menjadi generasi penerus yang baik," kata Hardianto.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno mengatakan, anak-anak saat ini memang harus dikenalkan dan ditanamkan sejarah serta nilai-nilai luhur bangsa ini. Sehingga, dengan mengenali itu, mereka bisa mewarisi nilai-nilai luhur bangsa.

"Saya tak rela jika milenial lupa masa lalu, lupa sejarah, kita harus memperingatkan mereka," kata Try.

"Anak muda harus lebih maju dari kemarin supaya masa depan lebih baik lagi. Dalil agama juga begitu. Hari ini harus lebih baik dengan hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini," tambah Try yang merupakan wakil presiden periode 1993-1998.

Try juga memberi nasihat, bahwa semua pihak harus melakukan perenungan, refleksi, dan introspeksi. "Apa yang sudah kita lakukan sudah baik apa belum. Kalau yang baik kita dorong, kalau jelek kita tingalkan, ini harus dilakukan supaya kita maju," kata Try.

Try berharap, dengan sarasehan ini, diharapkan ada konsolidasi sesama anak bangsa. Selain itu, sarasehan ini diharapkan bisa mengingat kejayaan masa lalu sebagai persiapan menghadapi masa depan yang lebih berat tantangannya, ancamannya, dan hambatannya.

Webinar bertajuk Sarasehan Perayaan Nilai Keindonesiaan dari Bumi Tadulako ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan HUT Kota Palu ke-43.

Sejumlah tokoh nasional menjadi pembicara pada sarasehan ini. Di antaranya adalah Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono. Selain itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid,  Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso, dan artis senior Christine Hakim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement