Kamis 23 Sep 2021 06:57 WIB

25 Klaster PTM, Wagub DKI Yakin Penularan tidak di Sekolah

Pemprov DKI memastikan pelaksanaan PTM di sekolah sudah sesuai dengan mekanisme.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Mas Alamil Huda
Petugas kebersihan membersihkan akrilik pembatas meja belajar di SMA 81 Jakarta Timur, Senin (13/9). Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta berencana menambah jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebanyak 1.500 pada (27/9).
Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Petugas kebersihan membersihkan akrilik pembatas meja belajar di SMA 81 Jakarta Timur, Senin (13/9). Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta berencana menambah jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebanyak 1.500 pada (27/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengaku, belum mengetahui secara detail mengenai informasi 25 klaster Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) di ibu kota. Karena itu, pihaknya menjanjikan akan melakukan cek lebih lanjut perihal tersebut.

"Nanti Bu Widyastuti (Kadinkes DKI) akan mengecek kembali kepastiannya," kata Riza di Balai Kota DKI, Rabu (23/9) malam.

Menurut dia, sejauh ini diyakini Pemprov DKI jika pelaksanaan PTM di sekolah-sekolah sudah sesuai dengan mekanisme. Bahkan, setiap SOP, kata dia, juga dilakukan dengan baik.

"Walaupun nanti ada yang tertular, kemungkinan itu dalam perjalanan atau di rumah, bukan di sekolah," tutur dia. 

Dia menegaskan, hingga pelaksanaan PTM kini, pihaknya optimis tidak ada klaster baru. Kendati demikian, dirinya akan meminta keterangan lebih jauh dari Kadinkes DKI.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, pihaknya juga belum mendapat kabar menyoal 25 klaster Covid-19 selama PTM berlangsung. Lanjut dia, pengecekan lebih lanjut akan dilakukan sesegera mungkin.

"Selama PTM berlangsung, kasus positif pasti ada, tapi apakah itu murni berasal dari sekolah tentu perlu investigasi lebih intens," kata Widyastuti saat ditemui di Monas, kemarin.

Menyoal temuan Kemendikbud yang mencatat ada 25 klaster PTM di DKI dari 900 responden sekolah, ia mengaku belum mendapatkan data tersebut. Walaupun, dalam kasus positif selama PTM tadi, diakuinya juga bisa disebut klaster.

"Tapi sekali lagi kita belum diberikan info atau masih dalam proses melakukan investigasi bersama dengan disdik," ungkap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement