Sabtu 18 Sep 2021 14:34 WIB

Bogor dan Cianjur Setuju Jika Ganjil-genap Dibuat Permanen

Pemberlakuan ganjil-genap akan menguntungkan secara ekonomi.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Friska Yolandha
Kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak di Ciawi. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). Tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata mengakibatkan kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor, meskipun sudah diterapkan aturan ganjil-genap.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak di Ciawi. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). Tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata mengakibatkan kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor, meskipun sudah diterapkan aturan ganjil-genap.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Uji coba ganjil-genap kendaraan bermotor menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor telah memasuki pekan ketiga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Cianjur pun sepakat jika kebijakan ganjil-genap diterapkan secara permanen.

Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin mengatakan, kebijakan ganjil-genap dapat menggantikan kebijakan sebelumnya, yakni sistem satu arah atau one way. Dimana one way kerap diberlakukan setiap akhir pekan di kawasan Puncak, selama 36 tahun.

“Kami pada dasarnya mendukung pemberlakuan ganjil-genap. Karena kita sudah 36 tahun melakukan one way. Mudah-mudahan dengan ganjil genap bisa ada perbaikan,” ujar Ade Yasin dalam paparannya di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/9).

Kendati demikian, Ade Yasin mengatakan, Pemkab Bogor masih menunggu aturan baku dari pemerintah pusat. Namun, ganjil-genap masih diberlakukan setiap akhir pekan. Termasuk pada satu titik di simpul Cianjur yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

 

Di lokasi yang sama, Bupati Cianjur, Herman Suherman menyampaikan jika ia juga mendukung pemberlakuan ganjil-genap. Menurutnya, kebijakan ini tidak merugikan masyarakat Cianjur sendiri. 

Justru, kata dia, malah menguntungkan masyarakat lantaran warga di luar wilayahnya dapat memasuki kawasan Cianjur. Terutama pada sektor ekonomi.

“Kabupaten Cianjur sangat setuju dan terima kasih juga Kementerian Perhubungan bahwa ganjil genap dikecualikan bagi warga kami, asal menunjukkan TKP,” katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement