Kamis 09 Sep 2021 18:02 WIB

Tiga Korban Meninggal Kebakaran Lapas dalam Kondisi Berat

Seorang korban meninggal bahkan alami luka bakar 98 persen.

Rep: Eva Rianti/ Red: Indira Rezkisari
Petugas membawa kantong jenazah korban kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (8/9). Sebanyak tujuh mobil ambulans membawa 41 jenazah yang merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Tangerang untuk diidentifikasi dengan metode Disaster Victim Identification (DVI).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas membawa kantong jenazah korban kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (8/9). Sebanyak tujuh mobil ambulans membawa 41 jenazah yang merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Tangerang untuk diidentifikasi dengan metode Disaster Victim Identification (DVI).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Tiga orang korban kebakaran lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang yang dirawat di RSUD Tangerang dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (9/9). Pihak medis menyatakan ketiga korban mengalami luka bakar yang serius hingga akhirnya nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Dokter Jaga ICU RSUD Tangerang Santika Budi Andyani menjelaskan para korban yakni berinisial A, H, dan T meninggal dunia pada Kamis (9/9) pagi. Para korban mengalami luka bakar dari 60 persen hingga 98 persen.

Baca Juga

"Narapidana atas nama Tuan A meninggal jam 03.00. Kondisi luka bakarnya berat sekitar 98 persen. Pasien itu mengalami kondisi infeksi yang berat yang sudah mengganggu organ-organ yang lain," tutur Santika kepada wartawan, Kamis (9/9).

Kemudian, pasien dengan inisial H meninggal dunia pada pukul 06.00 WIB dengan luka bakar sekitar 60 persen hingga 80 persen. "Lalu yang terakhir yang ketiga tuan T itu luka bakarnya 80 persen sudah berat," lanjutnya.

Santika mengatakan, pihak rumah sakit sudah mengerahkan berbagai upaya untuk dapat menyelamatkan pasien. Seperti memanfaatkan alat bantu serta pemeriksaan laboratorium dan penunjang lainnya yang dapat membantu agar bisa bertahan hidup. Namun hal itu tidak berhasil dilakukan karena adanya masalah multi organ pada pasien.

Baca juga : Korban Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Jadi 44 Orang

"Semua pasien sudah kami bantu dengan alat terpasang ventilator ketika pasien masuk. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan penunjang yang lainnya ternyata memang mengarah adanya gangguan organ yang lain akibat luka bakar itu sendiri. Sudah mengalami gangguan multi organ seperti gangguan ginjal, gangguan liver," jelasnya.

Dia melanjutkan, para pasien belum ada yang menjalani operasi saat masuk ke RSUD Tangerang usai kebakaran terjadi pada Rabu (8/9) pagi. Menurut penuturannya, para pasien mengalami syok sehingga dibutuhkan tindakan tertentu sebelum dilakukan operasi.

"Karena kondisi masuk pasiennya syok berat jadi kita atasi dulu. Dehidrasi cairan, kita berikan obat buat penopang jantung pasien seperti vitamin. Ketika kondisinya stabil rencananya hari ini kita lakukan operasi, cuma ketiga pasien itu belum sempat kita lakukan tindakan operasi," terangnya.

Santika menyebut total pasien yang dirujuk dari Lapas Kelas I Tangerang terdapat 10 orang, tiga diantaranya meninggal dunia hari ini. Lalu empat orang ada di ruang perawatan intensif, satu di UGD, dan dua orang lainnya dalam kondisi baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement