Senin 06 Sep 2021 20:51 WIB

Sejumlah Titik Banjir di Samarinda Mulai Surut

Akses jalan di Samarinda juga sudah bisa dilewati kendaraan bermotor.

Sejumlah wilayah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sudah mulai surut (Foto: ilustrasi)
Foto: ANTARA/BASRI MARZUKI
Sejumlah wilayah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sudah mulai surut (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Sejumlah wilayah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sudah mulai surut. Akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua meskipun di sejumlah titik masih terjadi genangan air yang cukup tinggi.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaltim, Hambali, menyebutkan, sejumlah wilayah banjir yang mulai surut diantaranya Kelurahan Budaya Pampang dan Kelurahan Samarinda Utara. Saat ini, masyarakat sudah mulai beraktifitas seperti biasa.

Baca Juga

"Untuk wilayah Kelurahan Sempaja Timur debit air mulai mengalami kenaikan, diduga kenaikan debit air akibat kiriman dari wilayah terdekat yakni Pampang dan Muang," kata Hambali di Samarinda, Senin (6/9).

Saat ini, pihaknya bersama TNI dan Polri dan relawan masih melakukan penyusuran di sejumlah titik banjir dengan memberikan bantuan makanan, menyiapkan perahu untuk evakuasi dan mendirikan dapur umum.

"Sejak Ahad, sudah berdiri dapur umum di Perumahan Bengkuring, tenda bantuan dari TNI, dan bahan makanan sumbangan dari Pemkot Samarinda," kata Hambali.

Hambali mengingatkan curah hujan di Kota Samarinda masih cukup tinggi.  Masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman banjir.

Sementara itu, Wali kota Samarinda Andi Harun, juga sempat melakukan peninjauan banjir di kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, sekaligus melalukan evaluasi penyebab banjir. Salah satu penyebab banjir di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran disinyalir karena terjadinya penyempitan sungai alam, sungai ini berlokasi di simpang Pelabuhan Peti Kemas Palaran.

Andi mengatakan, seharusnya lebar sungai alam tersebut berluaskan 4-5 meter. Namun, karena ada bottle neck, sehingga membuat daya tampung sungai mengalami beban dan over kapasitas.

"Saya sudah minta Pak Camat supaya minta bantuan dengan Samudera Indonesia, agar bisa membantu normalisasi sementara pakai alat berat. Sekedar melancarkan dulu, nanti fisik proyeknya akan diusahakan 2022," kata Andi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement