Ahad 05 Sep 2021 17:50 WIB

Jalan Trans Kalimantan Lintas Utara Kalsel Bernilai Strategi

Jalan Trans Kalimantan sangat menunjang arus perekonomian dan pembangunan lainnya.

Warga menggunakan jasa gerobak angkut untuk melintas di Jalan Trans Kalimantan yang terendam banjir di Desa Banua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (11/1/2021). Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Bati Bati mengakibatkan jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Tanah Bumbu dan Provinsi Kalimantan Timur tersebut lumpuh akibat terendam banjir.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Warga menggunakan jasa gerobak angkut untuk melintas di Jalan Trans Kalimantan yang terendam banjir di Desa Banua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (11/1/2021). Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Bati Bati mengakibatkan jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Tanah Bumbu dan Provinsi Kalimantan Timur tersebut lumpuh akibat terendam banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Suwardi Sarlan SAg berpendapat jalan trans Kalimantan lintas utara provinsi ini mempunyai nilai yang strategis.

"Kedudukan dan fungsi jalan trans Kalimantan lintas utara provinsi kita itu bukan saja buat hubungan atau transportasi semata, tetapi sangat menunjang arus perekonomian dan kegiatan pembangunan lain," ujar Suwardi.

Pendapat anggota DPRD Kalsel dua periode itu sesudah bersama anggota Komisi III lainnya meninjau perbaikan/pemeliharaan jalan Paringin, ibukota Kabupaten Balangan-Tanjung sampai Batubabi, Kabupaten Tabalong/perbatasan dengan Kalimantan Timur (Kaltim).

"Itulah kami meninjau pekerjaan pemeliharaan jalan Paringin-Tanjung-Mabuun-SP. Empat Haruai-Batubabi," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong tersebut.

 

"Kami dari anggota Komisi III ingin memastikan kondisi jalan yang mendapat paket 'presservasi' dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 tersebut," ujar dia.

Wakil rakyat tersebut juga berharap, pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan dan kondisinya itu segera selesai serta sesuai paket pekerjaan. "Selain itu, kita harapkan peningkatan kualitas atau kelas jalan. Apalagi nanti juga merupakan akses jalan dengan Ibu Kota Negara (IKN) yang akan berkedudukan di Kaltim," ujarnya.

"Kami mengapresiasi pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional (BJN) Kalsel yang sudah merespons aspirasi masyarakat, dengan tetap menaruh harapan terus melanjutkan perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan," lanjutnya.

Apresiasi serupa juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) "Bumi Saraba Kawa" Tabalong atas tanggapan positifnya terhadap aspirasi masyarakat.

"Harapan yang sama kepada PT CONH yang sudah ada kesepekatan bersama untuk memperbaiki ruas jalan yang dilalui angkutan semen, yang sampai saat ini bantuan tersebut belum kunjung direalisasikan," kata Suwardi Sarlan yang memimpin rombongan tersebut.

Untuk diketahaui, paket preservasi jalan Paringin-Tanjung-Mabuun-Sp Empat Haruai-Batubabi itu dari APBN 2021 berupa pemeliharaan rutin jalan-pemeliharaan holding dan pemeliharaan rutin kondisi-pemeliharaan rutin jembatan.

Anggaran paket preservasi tersebut pagu Rp 11,676 miliar lebih dan nilai kontrak Rp 10,190 miliar lebih dengan kontraktor PT Tabalong Jaya Marga Bersama serta konsultan PT Perentjana Djaja.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement