Jumat 20 Aug 2021 17:31 WIB

Polda Sumsel Pakai Drone untuk Awasi Lahan Rawan Karhutla

Tim Drone Squad Karhutla akan mengawasi kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Asap membubung saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Kamis (14/9).
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Asap membubung saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Kamis (14/9).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kepolisian Daerah Sumatra Selatan memanfaatkan drone untuk melakukan pengawasan lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan yang berada di daerah rawan terbakar pada musim kemarau 2021.

Tim Drone Squad Karhutla yang dibentuk di polres akan diberdayakan maksimal untuk mengawasi kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga dapat dicegah bencana kabut asap, kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Polisi Supriadi di Palembang.

Menurut dia, Tim Drone Squad Karhutla yang ada di 17 satuan wilayah ditugaskan untuk melakukan patroli di kecamatan hingga pelosok desa untuk mencegah terjadinya karhutla.

"Kami berupaya membantu pencegahan karhutla yang berpotensi mengakibatkan bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat di provinsi yang memiliki lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan 3,5 juta hektare lebih itu," ujarnya.

Beberapa upaya pencegahan yang telah dilakukan di antaranya mengeluarkan maklumat larangan membakar untuk alasan apa pun pada musim kemarau. Selain itu bersama TNI, jajaran pemerintah daerah, dan instansi terkait melakukan sosialisasi aplikasi Songket.

Aplikasi Songket merupakan aplikasi pertama yang mengaplikasikan jarak dan rute terdekat menuju titik panas atau titik api berikut dukungan sumber daya air dan posko terdekat di Indonesia.

Aplikasi Songket ini digagas Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Polda Sumsel, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Forum DAS Sumsel. Aplikasi Songket didukung oleh server yang diberikan oleh WRI Indonesia kepada Pemprov Sumsel, dan aplikasi Songket ini sudah terintegrasi dengan kamera pengintai (asap digital) bekerja sama dengan Telkom untuk dipasang di tower BTS Telkom seluruh wilayah provinsi ini.

Dengan pemanfaatan teknologi dan penegakan hukum bagi pelanggar maklumat tersebut, katanya, diharapkan karhutla yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau dapat diminimalkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement