Selasa 17 Aug 2021 12:31 WIB

Anies: Perjuangan Tangani Pandemi seperti Lawan Kolonialisme

Anies menyebut perlindungan yang diberikan saat pandemi adalah lewat vaksinasi.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi inspektur upacara untuk memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia di halaman Balai Kota Jakarta, Selasa (17/8). Dalam pidatonya, Anies mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan dalam suasana pandemi Covid-19.

“Pandemi ini memberikan kepada kita sebuah kesempatan untuk meluruskan kembali prioritas kita bahwa negara dihadirkan untuk nomor satu melindungi setiap tumpah darah Indonesia,” kata Anies.

Baca Juga

“Itu juga yang kita semua laksanakan di Jakarta, kita melindungi semua, kita tidak melihat status KTP, tidak melihat status sosial ekonomi, siapapun yang berada di kawasan ini membutuhkan bantuan kesehatan, maka negara hadir memberikan bantuan kesehatan,” jelasnya.

Anies menyebut perlindungan kesehatan yang diberikan selama pandemi ini adalah melalui vaksinasi Covid-19. Ia menyebut, Pemprov DKI Jakarta pun memberikan vaksin tersebut kepada siapapun yang membutuhkannya. “Prinsip yang kita pegang adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini adalah tantangan kemanusiaan,” ujarnya.

 

Selain itu, Anies menuturkan, pandemi Covid-19 seolah menjadi cermin dengan kaca pembesar. Dia menjelaskan, kaca pembesar itu sebagai alat untuk menunjukkan arah, prioritas dan sikap kepada masing-masing individu. Sedangkan pandemi sebagai cermin, menurut dia untuk mengingatkan bahwa keselamatan merupakan hal penting di atas segalanya.

“Artinya, pandangan boleh berbeda, latar belakang boleh berbeda, sikap terhadap berbagai urusan boleh berbeda, tapi begitu menyangkut keselamatan sesama, maka kita harus bersatu, kita harus bekerja bersama, kita harus kolaborasi. Karena yang kita hadapi tidak membeda-bedakan,” jelas dia.

Anies pun menyampaikan tantangan yang dialami masyarakat Indonesia saat ini hampir sama seperti ketika memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan kolonialisme. Dia menjelaskan, dahulu para pejuang membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan hingga ratusan tahun untuk terbebas dari kolonial tanpa tahu pasti kapan usai.

Hari ini, sambung dia, masyarakat kembali menghadapi masalah yang sama setiap hari, pekan, bulan bahkan sudah lintas tahun. Anies mengatakan, selama pandemi Covid-19, stamina fisik maupun mental setiap orang diuji. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukan bahwa generasi saat ini juga masih memiliki semangat perjuangan seperti para pejuang yang merintis kemerdekaan RI dahulu.

“Mari kita tunjukkan bahwa republik ini masih tetap punya pejuang-pejuang sebagaimana pejuang-pejuang yang merintis kemerdekaan,” ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement