Sabtu 14 Aug 2021 19:23 WIB

Pandemi Jakarta Melandai, Masih Bisa Berisiko Naik

Tingkat reproduksi virus Jakarta di angka 1 ini harus dipertahankan.

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari
Warga menerima suntikan vaksin di rumahnya saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara door to door yang merupakan bagian dari kegiatan vaksinasi Merdeka di Kawasan RW 02, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta, Sabtu (14/8). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kasus Covid-19 di Jakarta mulai melandai.
Foto: Prayogi/Republika.
Warga menerima suntikan vaksin di rumahnya saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara door to door yang merupakan bagian dari kegiatan vaksinasi Merdeka di Kawasan RW 02, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta, Sabtu (14/8). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kasus Covid-19 di Jakarta mulai melandai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tingkat penularan Covid-19 di Ibu Kota sudah melandai. Penularan namun bisa kembali melonjak jika mobilitas masyarakat kembali tinggi.

Anies menyebut, penularan atau pandemi di Jakarta sudah melandai ditandai dengan menurunnya tingkat reproduksi virus (effective reproduction number/Rt) Covid-19. Berdasarkan data terbaru dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Rt Jakarta tepat di angka 1.

Baca Juga

Anies menerangkan, makin tinggi atau Rt di atas 1, maka penularan makin cepat dan makin luas. Apabila tepat di angka 1, maka penularan akan landai dengan jumlah penularan konstan. Sedangkan apabila di bawah 1, artinya pandemi terkendali dan kasusnya berkurang.

Dengan demikian, lanjut Anies, nilai Rt Jakarta yang tepat di angka 1 berarti menunjukkan bahwa pandemi sudah melandai walau belum benar-benar berkurang. "Karena itu, kita harus berikhtiar ekstra, masih ada risiko putar balik atau naik lagi," ungkap Anies dalam dalam video yang diunggah di akun YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (14/8).

Anies menambahkan, Rt Jakarta di angka 1 ini harus dipertahankan. Caranya, dengan tetap membatasi mobilitas masyarakat. "Apabila mobilitas penduduk Jakarta tiba-tiba kembali tinggi, maka angka reproduction ini akan meningkat lagi," ucapnya.

Anies juga menyampaikan bahwa jumlah kasus aktif Covid-19 (orang yang masih dirawat/isolasi) di Jakarta telah kembali berada di bawah 10 ribu. Hal itu terjadi pada Kamis (12/8) dengan 9.881 kasus.

Kasus aktif turun menjadi di bawah 10 ribu, kata dia, kurang dalam satu bulan sejak puncak kasus aktif atau pada 16 Juli dengan 113.137 kasus aktif. Penurunan secara signifikan itu bisa terjadi, kata dia, karena keberhasilan menekan lonjakan kasus harian. Adapun pertambahan kasus harian berhasil ditekan karena menurunnya mobilitas masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement