Selasa 10 Aug 2021 19:40 WIB

Bupati Klungkung: 82% Warga Nusa Penida Sudah Divaksin

Ini menumbuhkan optimisme kebangkitan ekonomi di sana.

Vaksinasi. Ilustrasi
Foto: Prayogi/Republika.
Vaksinasi. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendampingi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meninjau pelaksanaan vaksinasi di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Klungkung, Bali.

“Saya jamin untuk Kabupaten Klungkung ketersediaan stok vaksin masih mencukupi. Di kecamatan Nusa Penida sendiri vaksin tahap pertama telah mencapai 82% dan vaksin tahap ke 2 sudah mencapai 35%, saya targetkan 100% warga Nusa Penida sudah vaksin dosis ke 2 pada akhir September” papar Bupati Suwirta, Selasa (10/8).

Percepatan vaksinasi sangat membantu pemulihan ekonomi Klungkung yang tergantung pada sektor pariwisata. Cakupan vaksinasi Kabupaten Klungkung untuk tahap pertama sudah mencapai 96% sedangkan vaksinasi tahap ke 2 baru mencapai 28%. Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat, pertumbuhan ekonomi daerah itu pada triwulan II 2021 mengalami tren positif, naik sebesar 2,83 persen dari angka di triwulan sebelumnya yang -9,82 persen.

"Berbagai kalangan sangat merindukan berkunjung ke Klungkung khususnya Nusa Penida. Seiring dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang sudah divaksin, memberi harapan cerah dalam pemutusan penyebaran virus Covid-19. Kita harap akhir tahun ini Indonesia mulai bisa keluar dari pandemi, dan pariwisata Bali bisa hidup kembali. Vaksinasi Kunci Mengatasi Pandemi Covid-19. Jadi ayo kita sukseskan program vaksinasi nasional,” ujar Suwirta.

Satgas Covid-19 Provinsi Bali mencatat, per 8 Agustus 2021 dari sekitar 4,32 juta jiwa penduduk Bali, sebanyak 3.089.213 telah memperoleh vaksin dosis ke-1 dan 1.086.268 orang dosis kedua.

"Secara nasional, Bali berada di peringkat kedua sebagai provinsi dengan persentase pemberian vaksinasi terbesar di Indonesia. Peringkat pertama ditempati DKI Jakarta," ujar Bamsoet usai meninjau vaksinasi di UPTD Puskesmas Banjarangkan II Klungkung dan Dusun Mertasari Banjarangkan Klungkung Bali.

Bamsoet mencontohkan Singapura sudah merencanakan hidup berdampingan dengan Covid-19 mulai 10 Agustus 2021. Dengan begitu, warganya sudah bisa makan di restoran, kumpul-kumpul, menonton konser, dan melakukan ritual keagamaan di rumah ibadah.

"Mereka memutuskan berdamai dengan Covid-19 karena Singapura sudah memvaksinasi lebih dari 63,4 persen warganya. Ini menunjukan bahwa kunci keluar dari pandemi adalah vaksinasi dan rahasisa sukses percepatan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah Kabupaten Klungkung adalah dengan cara melibatkan berbagai unsur seperti kalangan tokoh masyarakat serta TNI-Polri. Saya sangat apresiasi taktik Bupati Suwirta dan strategi ini wajib ditiru oleh daerah lainnya," kata Bamsoet.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement