Senin 09 Aug 2021 20:30 WIB

Polisi Temukan Lima Kantong Bensin di Mobil Pacar Korban

Keberadaan bensin yang dibungkus plastik ini menjadi petunjuk polisi mengungkap kasus

Rep: Eva Rianti / Red: Mas Alamil Huda
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar pabrik cat di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
Foto: Antara/Fauzan
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar pabrik cat di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kapolsek Jatiuwung Kompol Zazali Haryono mengatakan, pihaknya menemukan beberapa plastik bensin yang diduga berkaitan dengan kasus kebakaran bengkel di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Keberadaan bensin yang dibungkus plastik ini menjadi petunjuk polisi mengungkap kasus.

Menurut Zazali, sejumlah bensin tersebut ditemukan di mobil kekasih salah satu korban kebakaran yang meninggal dunia, Lionardi (35 tahun) berinisial MM. Bensin yang didapati pihak kepolisian di mobil MM sebanyak lima kantong plastik. 

"Mobil mitsubishi Expander terdapat si MM, seorang dokter kelahiran tahun 1991 pacar korban, di lokasi kejadian ditemukan lima kantong plastik isi bensin," ujar Zazali kepada wartawan di Mapolsek Jatiuwung, Senin (9/8). 

Zazali mengatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, yang bersangkutan membeli sebanyak sembilan plastik bensin dari tukang bensin yang berlokasi tak jauh dari lokasi kejadian. Diduga bensin yang digunakan untuk melancarkan aksi sebanyak empat plastik.  

"(MM) beli sembilan plastik bensin. Diduga empat liter yang digunakan. Sisanya lima plastik belum digunakan yang ada di dalam mobil," jelasnya.  

 Informasi tersebut diperoleh Zazali dari keterangan saksi yang berprofesi sebagai penjual bensin. "Iya salah satunya (saksi yang diperiksa) penjual bensin. Lokasinya sekitar tiga kilometer dari TKP. Dia (penjual bensin) tahunya mobilnya (MM), kalau orangnya nggak ingat," terangnya. 

Atas penemuan tersebut, Zazali menuturkan, masih terus melakukan pendalaman. MM hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi. Pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam insiden itu. "Belum (ada tersangka). Nanti kita gelar (perkara) dulu ya untuk kesimpulannya. Saya belum berani menyimpulkan," kata dia.

Kebakaran bengkel terjadi pada Jumat (6/8) sekira pukul 23.35 WIB. Kejadian itu berawal dari terjadinya ledakan di lantai bawah bangunan berlantai empat. Api merembet ke lantai-lantai atasnya. Di lantai tiga terdapat satu keluarga yang tengah tertidur pulas menjadi korban.

Tiga orang akhirnya meninggal dunia karena keracunan asap, yakni Edi (63 tahun), Lilis (54), dan Lionardi (35). Sementara itu, dua orang lainnya yakni Mei (22) dan Nando (21) dalam kondisi masih selamat dan dilarikan ke RS Hermina Ciledug untuk mendapat perawatan medis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement