Selasa 29 Jun 2021 17:25 WIB

PPKM Diterapkan, Pengguna KRL turun 20 Persen

KAI Commuter juga memperpanjang pelaksanaan tes acak antigen di enam stasiun.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ratna Puspita
KAI Commuter mencatat penurunan pengguna kereta rel listrik (KRL) setelah penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Pekan lalu, volume pengguna KRL pada hari kerja sekitar 1,8 juta orang atau 367.065 pengguna perhari atau berkurang 20 persen dibanding dua pekan lalu sebelum penerapan PPKM Mikro yang mencapai 2,3 juta pengguna atau 461.386 pengguna per hari. (Foto ilustrasi KRL Commuter)
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
KAI Commuter mencatat penurunan pengguna kereta rel listrik (KRL) setelah penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Pekan lalu, volume pengguna KRL pada hari kerja sekitar 1,8 juta orang atau 367.065 pengguna perhari atau berkurang 20 persen dibanding dua pekan lalu sebelum penerapan PPKM Mikro yang mencapai 2,3 juta pengguna atau 461.386 pengguna per hari. (Foto ilustrasi KRL Commuter)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KAI Commuter mencatat penurunan pengguna kereta rel listrik (KRL) setelah penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan pekan lalu volume pengguna KRL pada hari kerja sekitar 1,8 juta orang atau 367.065 pengguna perhari. 

“Angka ini berkurang 20 persen dibanding dua pekan lalu sebelum penerapan PPKM Mikro yang mencapai 2,3 juta pengguna atau 461.386 pengguna per hari,” kara Anne dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (29/6). 

Baca Juga

Sementara itu, untuk volume pengguna KRL pada hari ini (29/6) hingga pukul 09.00 WIB sebanyak 110.112 orang. Anne menuturkan angka tersebut berkurang 14 persen dibanding Senin (28/6) kemarin pada waktu yang sama yaitu 126.980 orang. 

Anne mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran dari pemerintah dengan beraktivitas dari rumah dan memanfaatkan KRL sebagai transportasi untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak. Dia meminta pengguna KEL terus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

KAI Commuter juga pada pekan ini memperpanjang pelaksanaan tes acak antigen di enam stasiun yakni Bogor, Cikarang, Bekasi, Tangerang, Tanah Abang, dan Manggarai. Sampel tes acak antigen juga terus ditambah. 

“Jika pekan lalu ada 150 sampel dalam sehari, maka mulai pekan ini total ada 300 sampel dalam sehari di enam stasiun,” kata Anne.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter untuk melanjutkan pengetesan secara acak terhadap calon penumpang KRL Jabodetabek. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di KRL.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman kepada penumpang KRL bahwa yang menaiki KRL adalah mereka yang benar-benar dalam kondisi sehat di tengah adanya peningkatan kasus Covid-19,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Adita menjelaskan, tes acak kepada calon penumpang KRL Jabodetabek dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan. Selain itu juga adanya varian baru virus yang tingkat penularannya lebih tinggi. Sementara, dilaporkan jumlah pengguna KRL Jabodetabek terus meningkat mencapai 400 sampai 500 ribu orang per hari. 

“Kami mengapresiasi pihak KAI Commuter yang telah melaksanakan tes acak rapid antigen kepada calon penumpang KRL Jabodetabek di enam stasiun yaitu Stasiun Manggarai, Tanah Abang, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Cikarang, sejak 21 Juni 2021 lalu,” jelas Adita.

Adita menambahkan, sejumlah inisiatif yang telah dilakukan. Salah satunya dengan melakukan pembatasan jumlah penumpang sebanyak 74 orang perkereta dan mengatur jarak antrian penumpang yang akan masuk ke stasiun dan akan naik ke kereta. 

Adita memastikan, Kemenhub juga menyediakan bus sebagai alternatif angkutan untuk mencegah kepadatan penumpang KRL. Berdasarkan data dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, kata Adita, sebanyak 10 bus telah disediakan di dua stasiun KA yaitu Stasiun Bogor sebanyak enam bud dan empat bus di Stasiun Cikarang. 

“Rute yang dituju dari Stasiun Bogor yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai dan Stasiun Tebet. Sedangkan rute yang dituju dari Stasiun Cikarang yaitu Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman,” kata Adita. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement