Jumat 25 Jun 2021 23:51 WIB

Gubernur NTB Minta Pengusaha Kuatkan Pasokan Daging Lokal

Gubernur NTB sebut kampus telah lakukan inovasi peningkatan pasokan daging sapi lokal

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah.Zulkieflimansyah minta pebisnis dan pengusaha yang bergerak dalam pemasokan daging sapi untuk menguatkan pasokan daging lokal asal provinsi itu.
Foto: Dok Pemprov NTB
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah.Zulkieflimansyah minta pebisnis dan pengusaha yang bergerak dalam pemasokan daging sapi untuk menguatkan pasokan daging lokal asal provinsi itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah minta pebisnis dan pengusaha yang bergerak dalam pemasokan daging sapi untuk menguatkan pasokan daging lokal asal provinsi itu.

"Kalau daging sapi kita mau dikenal secara luas, dunia bisnis harus turun tangan. Selama dunia usaha belum tertarik untuk ikut nimbrung maka akan sulit untuk menguatkan daging sapi lokal ke berbagai hotel, restoran dan tempat lain-lain," ujar Zulkieflimansyah pada kegiatan Penyampaian Rumusan Hasil Workshop dan Temu Bisnis dengan tema "Penguatan Rantai Pasokan Daging Sapi Lokal Berkualitas Tinggi di NTB di Mataram, Jumat (25/6).

Menurut dia, perguruan tinggi di NTB, terutama Universitas Mataram (Unram) sudah berhasil melakukan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan mutu daging sapi lokal sebagai penghasil daging unggulan nasional dan merupakan sapi asli Indonesia yang sudah berkembang pesat di NTB."Campur tangan dunia usaha memiliki impact yang sangat tinggi untuk mengenalkan sapi lokal NTB yang berkualitas tinggi," katanya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Unram, Prof Dahlanuddin mengungkapkan, Unram dan Balai Pengkajian teknologi Pertanian NTB (BPTP NTB) bekerja sama dengan berbagai institusi di Australia dan New Zealand terus meningkatkan produktivitas dan mutu sapi Bali di NTB, yang dikenal dengan inovasi model kelebuh. Program tersebut, menurut dia, telah berhasil meningkatkan angka kelahiran sapi Bali dari 66 persen menjadi 85 persen menurunkan kematian pedet dari 15 persen dan meningkatkan berat sapi (umur 6 bulan) dari 65 kg menjadi 90 kg.

Sementara untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan Sapi Bali dalam masa penggemukan dan yang dianggap sesuai untuk dijadikan komponen ransum sapi Bali di NTB yakni, daun turi (sesbania grandiflora) dan daun lamtoro (leucaena leucocephala)."Kedua tanaman itu memiliki keunggulan dari berbagai bahan pakan lainnya. Selain kualitasnya yang tinggi, tanaman pakan tersebut cocok dikembangkan secara luas di wilayah NTB," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement