Selasa 08 Jun 2021 16:34 WIB

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Lampung 1.055 Orang

Angka kematian pasien positif Covid-19 di Lampung sebesar 5,57 persen,

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad
Calon penumpang meniupkan nafas ke dalam kantong untuk dites menggunakan alat GeNose C19 di Terminal Type A Rajabasa, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (27/4/2021). Layanan gratis tes GeNose C19 terhadap penumpang bus yang berangkat keluar kota tersebut guna mengantisipasi dan mendeteksi dini penularan COVID-19.
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Calon penumpang meniupkan nafas ke dalam kantong untuk dites menggunakan alat GeNose C19 di Terminal Type A Rajabasa, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (27/4/2021). Layanan gratis tes GeNose C19 terhadap penumpang bus yang berangkat keluar kota tersebut guna mengantisipasi dan mendeteksi dini penularan COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Pasien positif Covid-19 di Provinsi Lampung yang meninggal dunia masih tinggi. Pada Selasa (8/6), terdapat penambahan lagi pasien positif meninggal dunia delapan orang, sehingga total kasus kematian selama pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung sebanyak 1.055 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Selasa (8/6), kasus positif bertambah 103 orang, total menjadi 18.854 orang. Pasien positif yang sembuh bertambah 107 orang total menjadi 16.893 orang, dan pasien positif yang meninggal bertambah delapan orang total menjadi 1.055 orang.

Angka kematian pasien positif Covid-19 di Lampung sebesar 5,57 persen, berada di atas rata-rata nasional pasien positif yang meninggal dunia sebesar 2,78 persen. Sedangkan angka kesembuhan pasien positif Covid-19 sebanyak 89,11 persen,  jauh berada di bawah rata-rata nasional pasien sembuh sebesar 91,87 persen.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan, pasien positif yang meninggal dunia mengalami peningkatan. Sebelumnya, pada Senin (7/6), angka kasus kematian atau case fatality rate (CFR) di Lampung sebesar 5,55 persen, dengan penambahan kasus kematian sebanyak empat orang, sedangkan pada Selasa (8/6) kasus kematian meningkat lagi menjadi delapan orang.

"Rata-rata pasien yang meninggal dunia dari kalangan pasien lansia yang memiliki dua penyakit kormobid (bawaan)," kata Reihana, yang juga kepala Dinkes Lampung, dalam keterangan persnya, Selasa (8/6).

Untuk tidak meluas penyebaran Covid-19 dari kalangan lansia, ia mengatakan satgas sedang melakukan upaya percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kalangan lansia. Menurut dia, berdasarkan perkembangan vaksinasi Covid-19 di Lampung, dari tiga kelompok sasaran vaksinasi, kelompok lansia masih rendah.

Dari target sasaran vaksinasi di Lampung sebanyak 5.709.734 orang, untuk tiga kelompok tahap awal 1.163.426 orang. Untuk kelompok lansia sebanyak 717.971 orang baru terealisasi vaksinasi I sebanyak 29.426 orang (4,10 persen), dan vaksinasi II sebanyak 23.309 orang (3,25 persen).

Sedangkan kelompok SDM kesehatan sasaran sebanyak 35.601 orang, terealisasi pada vaksinasi I sebanyak 34.640 orang (97,30 persen), dan vaksinasi II sebanyak 32.524 orang (91,36 persen). Kelompok petugas publik sasaran 409.854 orang, terealisasi vaksinasi I sebanyak 176,709 orang (43,12 persen), dan vaksinasi II sebanyak 127.545 orang (31,12 persen).

Reihana mengatakan, petugas akan melakukan skema vaksinasi untuk kelompok lansia dengan cara mendatangi dari rumah ke rumah. Upaya tersebut, kata dia, sebagai cara untuk mempercepat realisasi pelaksanaan vaksinasi kepada sasaran kelompok lansia, sehingga tercapai herd immunity (kekebalan tubuh)."Lansia ini banyak masalah dalam mendatangi tempat vaksinasi, maka dibuat skema home visit atau door to door," kata Reihana.

Menurut dia, skema vaksinasi home visit untuk kelompok lansia, tidak saja untuk mempercepat program vaksinasi dalam upaya herd immunity, tapi juga untuk menekan laju angka kematian pada kelompok lansia, yang belakangan masih sangat tinggi.

Ia mengatakan, dalam dua pekan terakhir, angka reproduksi efektif, masih berfluktuasi antara 0,24 sampai 1,05 berada di atas angka 1, dan pandemi Covid-19 di Lampung belum sepenuhnya terkendali.

Dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, tidak terdapat kabupaten/kota berstatus zona hijau (tidak terdampak Covid-19), dan zona merah (risiko tinggi). Hanya terdapat tiga kabupaten yang berstatus zona kuning (risiko Covid-19 rendah) yakni Pesisir Barat, Tanggamus, dan Lampung Tengah. Sedangkan sisanya 12 kabupaten/kota berstatus zona oranye (risiko sedang).

Kota Bandar Lampung, sebagai ibukota Provinsi Lampung masih menempati urutan tertinggi jumlah kasus positif Covid-19 yakni 5.904 orang, pasien sembuh 5.454 orang, dan kasus kematian 355 orang. Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menargetkan Kota Bandar Lampung akan memasuki zona hijau pada April 2021 atau sebelum Idul Fitri 1442 H, namun belum terealisasi hingga saat ini.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement