Senin 07 Jun 2021 01:50 WIB

Nelayan Hilang Tenggelam di Muara Cimandiri Sukabumi

Hingga kini, jasad korban belum ditemukan.

Seorang nelayan yang sedang mencari impun (ikan kecil) di sekitar Muara Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hilang tenggelam terseret arus sungai yang saat itu sedang deras (Foto: ilustrasi)
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Seorang nelayan yang sedang mencari impun (ikan kecil) di sekitar Muara Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hilang tenggelam terseret arus sungai yang saat itu sedang deras (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang nelayan yang sedang mencari impun (ikan kecil) di sekitar Muara Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hilang tenggelam terseret arus sungai yang saat itu sedang deras. Tubuhnya terbawa hingga laut.

"Korban diketahui bernama Bagus (19) warga Kampung Simpenan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang saat ini belum berhasil ditemukan," kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Yayan Bastiar di Sukabumi, Ahad (6/6).

Baca Juga

Informasi yang dihimpun, nelayan ini mencari impun bersama dengan ayahnya. Saat menyusuri sungai dan mencoba menyebrangi muara tubuh terhempas arus sungai yang saat itu tengah deras pada Ahad, (6/6) sekitar pukul 18.00 WIB.

Posisi korban yang berada paling belakang tidak diketahui saat mengalami kecelakaan dan baru diketahui setelah mendengar teriakan meminta tolong. Arus sungai yang deras ditambah ombak tinggi, menyebabkan pemuda ini tidak berhasil menyelamatkan diri meskipun mencoba berenang ke tepi sungai yang akhirnya tubuhnya hilang di telah air sungai yang berbatasan dengan laut selatan Kabupaten Sukabumi.

Selain Bagus. ada dua lainnya yang masih satu rombongan juga sempat terseret arus Sungai Cimandiri, tetapi berhasil diselamatkan dan kondisinya saat ini masih terlihat trauma namun sudah membaik. Tim SAR gabungan yang menerima laporan bergegas ke lokasi untuk melakukan penyisiran, tapi karena hari sudah mulai gelap maka pencarian akan dilanjutkan esok hari atau Senin, (7/6).

"Penyisiran sudah dilakukan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, tapi arus sungai masih deras dan ombak pun tinggi ditambah hari sudah beranjak malam, sehingga lokasi gelap dan menyulitkan kami untuk melakukan pencarian," tambahnya.

Yayan mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan lembaga lainnya untuk membantu proses pencarian korban, jika melihat waktu lamanya korban tenggelam kemungkinan sudah meninggal dunia. Namun, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi sehingga pihaknya belum bisa menyebutkan kondisi korban hingga berhasil ditemukan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement