Selasa 11 May 2021 01:56 WIB

Menhub Sebut Jumlah Pemudik Sementara Ini Turun Signifikan

Oemerintah tetap membuka akses bagi kelancaran transportasi bagi keperluan logistik

Red: Nur Aini
Pengendara sepeda motor melintas di jalur alternatif selatan terowongan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Memasuki H-3 Lebaran kepadatan lalu lintas pemudik menggunakan jalur alternatif selatan menuju Jawa Tengah dan sebaliknya menurun, hanya dipadati pemudik lokal.
Foto: Antara/Adeng Bustami
Pengendara sepeda motor melintas di jalur alternatif selatan terowongan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Memasuki H-3 Lebaran kepadatan lalu lintas pemudik menggunakan jalur alternatif selatan menuju Jawa Tengah dan sebaliknya menurun, hanya dipadati pemudik lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pihaknya mengevaluasi telah terjadinya penurunan yang signifikan terhadap jumlah masyarakat yang mudik Lebaran selama tanggal 6 sampai 9 Mei 2021.

Budi Karya Sumadi menyampaikan pemerintah terus berupaya untuk menekan laju mobilitas penduduk dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dari pandemi Covid-19.

Baca Juga

"Pada transportasi udara terjadi penurunan sampai 93 persen, kalau di laut, kereta api, kira-kira 90 persen, di darat penurunan kira-kira 40 persen," ungkap Budi saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/5), setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

Budi mengapresiasi masyarakat, TNI dan Polri, serta pemerintah daerah yang telah memberikan respons baik terkait upaya pengendalian mudik yang efektif.

"Kami juga mengapresiasi TNI-Polri dan Pemda yang melakukan effort yang baik terhadap upaya penyekatan, di mana kemarin sempat melakukan kunjungan ke tiga tempat, Merak, Bakauheni, dan Brebes, penurunannya begitu signifikan, sebanyak 90 persen," tuturnya.

Kebijakan peniadaan mudik Lebaran yang diputuskan pemerintah beberapa waktu lalu bertujuan untuk mencegah mobilitas masyarakat agar tidak membuat penyebaran pandemi Covid-19 semakin meluas. Namun, pemerintah tetap membuka akses bagi kelancaran mobilitas transportasi bagi keperluan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Untuk sektor logistik hanya turun kira-kira 3-5 persen," kata dia.

Sebelumnya, pada tanggal 22 April-5 Mei, Menhub menyatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah arus mobilitas yang keluar dari tempat asalnya sebesar 20 hingga 30 persen. Oleh karena itu, pemerintah memperketat persyaratan bagi para pelaku perjalanan dengan melampirkan hasil swab PCR Antigen dan GeNose dalam 1x24 jam.

"Dari pantauan yang kami lihat di survei, mudik ini masih bisa meningkat mungkin besok dan lusa. Oleh karena itu, kami mengimbau saudara-saudara kita untuk tetap tidak melakukan mudik," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement