Ahad 09 May 2021 00:07 WIB

Bus Gratis di Stasiun Tanah Abang Diminati Warga

Bus gratis yang disediakan untuk memfasilitasi pembatasan jam operasional stasiun

Warga mengantre bus Transjakarta di Halte Jak Lingko Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan layanan bus TransJakarta gratis bagi para penumpang yang tidak bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang.
Foto: Antara/Galih Pradipta
Warga mengantre bus Transjakarta di Halte Jak Lingko Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan layanan bus TransJakarta gratis bagi para penumpang yang tidak bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Layanan bus gratis yang disediakan PT TransJakarta untuk memfasilitasi pembatasan jam operasional Stasiun Tanah Abang diminati masyarakat pada di akhir pekan ini. Pembatasan jam operasional Stasiun Tanah Abang dilakukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada pukul 15.00-19.00 WIB untuk mengurangi kepadatan pengunjung Pasar Tanah Abang pada Sabtu.

Adapun empat rute tersebut, yakni Stasiun Tanah Abang-Stasiun Palmerah (TNB 1), Stasiun Tanah Abang-Stasiun Gondangdia (TNB 2), Stasiun Tanah Abang-Stasiun Duri (TNB 3) dan Stasiun Tanah Abang-Stasiun Karet (TNB 4). Seorang calon penumpang bus yang tengah antre, Fathan (28) mengatakan pembatasan jam operasional Stasiun Tanah Abang tersebut tidak terlalu merepotkan berkat keberadaan bus gratis tersebut.

"Waktu pertama kali dengar Stasiun (Tanah Abang) tutup sempat bingung juga, informasi dari sekuriti stasiun buka lagi jam 19.00 WIB, tadinya saya pikir harus nunggu sampai malam, tapi untung ada bus TransJakarta yang ke (Stasiun) Palmerah," ujarnya.

Lain cerita dengan Karen Evelyn (19) yang sudah mendapat informasi tentang pembatasan jam operasional Stasiun Tanah Abang dari sejumlah unggahan di media sosial.

"Pas viral (Pasar) Tanah Abang padat, sudah banyak yang 'upload' berita soal Stasiun (Tanah abang) tutup sementara, terus banyak juga yang 'upload'pilihan angkutan alternatif, jadi enggak terlalu bingung," ujarnya.

Dia juga mengapresiasi bus gratis dari TransJakarta. Menurut dia, hal itu sangat membantu menghemat pengeluaran transportasi.

"Untung banget ya, soalnya kalau naik ojek daring pasti lumayan ongkosnya, jadi mending naik 'feeder' yaa, busnya sejuk dan tinggal duduk manis saja," katanya.

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyediakan empat rute khusus secara gratis untuk melayani masyarakat di empat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) baik dari maupun menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyediakan bus pengumpan bagi masyarakat menyusul keputusan Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang sejak Senin (3/5).

TransJakarta juga melakukan pembatasan pada jumlah pelanggan sesuai ketentuan yakni maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Dalam hal ini, untuk bus gandeng diisi oleh maksimal 60 orang, bus sedang 30 orang, bus kecil 15 orang dan maksimal 5 orang

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement