Selasa 04 May 2021 22:30 WIB

PHRI DIY Siapkan Hotel untuk Isolasi Pemudik

Ada sekitar 500 kamar hotel yang disiapkan PHRI DIY untuk jadi tempat isolasi

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Christiyaningsih
Pekerja membersihkan fasilitas kamar di hotel. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Irfan Anshori
Pekerja membersihkan fasilitas kamar di hotel. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyiapkan hotel sebagai tempat isolasi bagi pemudik yang datang ke DIY. Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan sudah disiapkan sekitar 10 hotel untuk dapat ditempati bagi pemudik yang ingin melakukan isolasi di hotel.

"Jadi kita sudah siapkan 10-an hotel di DIY (untuk isolasi mandiri bagi pemudik)," kata Deddy kepada Republika melalui pesan tertulis, Selasa (4/5).

Baca Juga

Koordinasi terkait hal ini juga dilakukan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut dari Pemda DIY. "(Koordinasi) Dengan Pemda DIY sudah ada, baru ada rapat besok," ujarnya.

Deddy menuturkan kurang lebih ada 500 kamar disiapkan di seluruh hotel yang sudah ditunjuk sebagai tempat isolasi. Deddy tidak menjelaskan secara rinci di kabupaten/kota mana saja hotel yang disiapkan. "Pada intinya PHRI siap," jelas Deddy.

 

Seperti diketahui, salah satu daerah di DIY yakni Kota Yogyakarta mewajibkan pemudik yang datang untuk melakukan isolasi. Isolasi diwajibkan dilakukan selama lima hari bagi pemudik yang datang dengan keadaan sehat.

 

Namun, bagi pemudik yang terindikasi Covid-19 diharuskan menjalani isolasi selama 14 hari dan harus dibawa ke rumah sakit jika ada gejala. Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan isolasi dapat dilakukan di balai RT/RW jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk isolasi.

Namun, isolasi juga dapat dilakukan di hotel yang sudah disiapkan untuk isolasi Covid-19. "Kalau didapati kasus positif Covid-19 tanpa gejala isolasi di rumah maupun mencari hotel yang menyediakan ruang isolasi," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut.

Walaupun begitu, pihaknya tetap memperketat pemantauan terhadap pemudik. Sebab, diperkirakan masih akan ada pemudik yang datang ke Kota Yogyakarta meskipun diberlakukannya kebijakan larangan mudik.

Pihaknya pun melakukan penyekatan mulai dari wilayah utara dan barat Kota Yogyakarta. Pemeriksaan secara acak terhadap pendatang di destinasi wisata dan tempat parkir juga dilakukan.

"Diharapkan dengan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah ini dapat membantu menurunkan angka penyebaran covid-19 di Kota Yogyakarta. Masyarakat kami harap ikut membantu pemerintah dengan terus menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement