Rabu 28 Apr 2021 12:10 WIB

Desain Kendaraan Listrik Agar Disesuaikan Kebutuhan

Nantinya masyarakat bisa menggunakan kendaraan listrik tanpa keluhan

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta perguruan tinggi dan perusahaan berkolaborasi membuat kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.   Demikian dikatakannya saat meninjau pabrik Wika Industri Manufaktur (WIMA) di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (27/4).
Foto: dok Yogi/biro adpim jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta perguruan tinggi dan perusahaan berkolaborasi membuat kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Demikian dikatakannya saat meninjau pabrik Wika Industri Manufaktur (WIMA) di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (27/4).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta perguruan tinggi dan perusahaan berkolaborasi membuat kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. 

Demikian dikatakannya saat meninjau pabrik Wika Industri Manufaktur (WIMA) di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (27/4). 

“Kita harus pelan-pelan menggoda konsumen untuk ke level yang lebih besar. Semua merek motor jangan hanya satu jenis, ada yang urban motorcycle, ada yang adventure, ada yang turing, itu semua harus di riset dari sekarang,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Selasa petang (27/4).

Menurut Emil, selera setiap manusia itu berbeda. Sehingga,  riset harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Selera manusia itu tingkatannya berbeda. Jadi sekarang fokusnya yang kaya bebek ini tidak ada masalah, desainnya pun bagus,” katanya. 

 

Emil berharap nanti masyarakat bisa menggunakan kendaraan listrik tanpa keluhan sehingga promosinya bisa lebih gampang. “Jadi jangan hanya tentang kebanggaan nasionalismenya saja, tapi kualitas tetap nomor satu. Saya titip kepada para insinyur di Wika,” katanya.   

Apalagi, kata dia, Pemprov Jabar telah mengeluarkan peraturan yang mengamanatkan dalam 10 tahun dari sekarang populasi kendaraan di Jabar harus menggunakan energi listrik. “Poinnya apa, berarti marketnya sangat besar tetapi masyarakat adalah raja. Jadi harus terus mereview diri, kekurangan-kekurangan itu untuk disempurnakan,” katanya.  

Emil mengapresiasi langkah strategis PT Wika Infrastruktur Manufaktur dengan memproduksi motor listrik dengan brand Gesits. Dalam desain produksinya, Gubernur usul melibatkan berbagai seniman seperti di kawasan Bandung, agar ada keterikatan dengan masyarakat. “Tadi juga ada rencana lomba desain. Dukungan dan kolaborasi dengan seniman Bandung adalah contoh engagement yang baik bagaimana masyarakat terlibat,” katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement