Senin 26 Apr 2021 13:55 WIB

Prabowo Beri Anak Awak KRI Nanggala Beasiswa Hingga Kuliah

Menhan Prabowo beri anak-anak awak KRI Nanggala Beasiswa hingga kuliah.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bayu Hermawan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto akan memberikan beasiswa penuh kepada putra-putri prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 yang telah dinyatakan gugur. Beasiswa tersebut akan diberikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga ke tingkat universitas.

"Sekaligus juga menyampaikan akan memberikan beasiswa penuh mulai dari SD sampai dengan universitas kepada seluruh putra-putri prajurit-prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur," ujar Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, lewat keterangan video singkatnya, Senin (26/4).

Baca Juga

Menurut Dahnil, hal tersebut disampaikan oleh Prabowo saat mengunjungi keluarga para prajurit Hiu Kencana KRI Nanggala-402 di Surabaya. Selain menyampaikan ucapan belasungkawa yang sangat mendalam, Prabowo menyatakan mendukung sepenuhnya pendidikan putra-putri para prajurit tersebut.

"Pak Prabowo mendukung sepenuhnya pendidikan putra-putri para kusuma bangsa yang gugur tersebut. Dan kita berharap mereka bisa melanjutkan cita-cita pengabdian orang tua mereka," jelas Dahnil.

Sebanyak 53 awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan telah gugur. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan status 53 awak saat jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad (25/4) petang.

Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan torpedo.

Baca juga : 53 Awak KRI Nanggala-402 akan Dianugerahi Bintang Jalasena

Dalam jumpa pers di Bali, Sabtu (24/4), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan status KRI Nanggala-402 telah menjadi subsunk (tenggelam) setelah tim pencari melakukan pencarian selama 72 jam. Pada Sabtu kemarin adalah pencarian hari ketiga sejak KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari di perairan sisi utara Pulau Bali.

Pada Sabtu pagi juga merupakan batas akhir life support(pendukung untuk hidup) berupa ketersediaan oksigen bagi kru KRI Nanggala, yakni 72 jam, jika listrik dalam kapal mati total (black out).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement