Sabtu 24 Apr 2021 02:55 WIB

DPR: Kebijakan Tutup Akses Masuk Orang dari India Tepat

Kalau penutupan akses tidak dilakukan hari ini dikhawatirkan akan terlambat.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Gita Amanda
Orang-orang melepas pakaian pelindung mereka setelah melakukan ritual terakhir terhadap seorang kerabat yang meninggal karena COVID-19 di sebuah krematorium di Jammu, India, Jumat, 23 April 2021.
Foto: AP Photo/Channi Anand
Orang-orang melepas pakaian pelindung mereka setelah melakukan ritual terakhir terhadap seorang kerabat yang meninggal karena COVID-19 di sebuah krematorium di Jammu, India, Jumat, 23 April 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara akses masuk perjalanan orang dari India. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik adanya kebijakan tersebut.

"Kebijakan pemerintah menutup pintu masuk bagi warga negara India mulai hari ini menurut saya kebijakan yang tepat," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (23/4).

Baca Juga

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, langkah antisipasi perlu dilakukan sedini mungkin. Sebab menurutnya kalau tidak dilakukan hari ini dikhawatirkan akan terlambat. "Karena negara lain sudah mulai duluan menutup," ujarnya.

Dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah yang dinilai memikirkan warga negaranya dengan menerapkan kebijakan tersebut. DPR mendukung kebijakan tersebut.

"Dengan pertimbangan bahwa di India sedang terjadi lonjakan yang tinggi dengan varian baru yang bisa membuat penularan lebih cepat, oleh karena itu kami mendukung, sekali lagi apresiasi kepada pemerintah dan kebijakan tersebut," ungkap Dasco.

Sebelumnya pemerintah memutuskan untuk menutup akses masuk orang dari India. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto mengatakan, setiap warga negara asing yang pernah tinggal maupun transit dari India dalam waktu 14 hari ke belakang tidak diizinkan masuk Indonesia.

"Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari," kata Airlangga dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (23/4).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement