Selasa 13 Apr 2021 16:50 WIB

Satgas: Kepatuhan Protokol Kesehatan Perlu Lebih Baik

Perlu usaha lebih gencar untuk memasifkan penerapan protokol kesehatan.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Yudha Manggala P Putra
Ilustrasi.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat agar tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Syukur-syukur, level kepatuhannya bisa meningkat. Peringatan satgas ini merespons tren penambahan kasus harian Covid-19 yang mulai flat di angka 4.000-an kasus per hari, sejak dua pekan terakhir.

Angka kasus baru harian sempat turun ke angka 3.712 kasus pada 5 April 2021, namun kini mulai konsisten lagi di angka 4.000-an. Padahal, penurunan signifikan sempat terjadi sepanjang awal Februari sampai awal April 2021.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, masih perlu usaha yang lebih gencar untuk memasifkan penerapan protokol kesehatan. Kendati begitu, capaian penambahan kasus harian saat ini sudah jauh lebih baik ketimbang dua atau tiga bulan lalu.

"Data itu menunjukkan tingkat penularan yang lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya. Itu pasti karena kepatuhan masyarakat yang lebih baik. Namun emang masih perlu lebih baik lagi agar kasus terus turun," ujar Wiku kepada Republika.co.id Selasa (13/4).

 

Secara umum, tren penurunan kasus Covid-19 harian sudah berlangsung sejak awal Februari hingga pertengahan April 2021 ini. Dari puncak penambahan kasus harian yang sempat tembus 14.500 kasus per hari, sampai saat ini cukup konsisten di angka 4.000-an kasus per hari. Kondisi saat ini juga serupa dengan penambahan kasus harian pada pertengahan November 2020 lalu, atau tepat lima bulan lalu.

Wiku menambahkan, tidak hanya masyarakat saja yang perlu konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan. Namun satgas di level desa/kelurahan juga perlu memastikan perannya berjalan efektif dalam melakukan pengawasan dan pendampingan bagi masyarakat.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement