Selasa 06 Apr 2021 14:15 WIB

Korban Banjir NTT Diminta Mengungsi ke Rumah Saudara

Tempat pengungsian yang terlalu padat ditakutkan sebabkan klaster Covid-19.

Warga memeriksa kerusakan di desa yang terkena banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Ahad (4/4).
Foto: AP/Ricko Wawo
Warga memeriksa kerusakan di desa yang terkena banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Ahad (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berharap warga terdampak bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungsi ke rumah keluarga yang relatif aman. Mengungsi di rumah keluarga dianggap bisa menghindari kerumunan di lokasi pengungsian.

"Warga yang mengungsi ini bisa semaksimal mungkin untuk menyewa rumah keluarga mereka, pemerintah akan memberikan bantuan dana siap pakai, dana hunian dengan kepada setiap keluarga setelah pemerintah daerah mengajukan usulan kepada BNPB," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, di Kabupaten Lembata, NTT, pada Selasa (6/4).

Baca Juga

Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers secara virtual bersama dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Lembata salah satu daerah terdampak banjir bandang karena Siklon Tropis Seroja pada Ahad (4/4).

"Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan dan di tempat-tempat pengungsian," katanya.

BNPB bersama Kementerian Kesehatan, kata dia, juga menyalurkan alat tes cepat antigen ke seluruh daerah agar bisa melakukan penapisan bagi warga, termasuk rombongan yang datang dari luar, seperti jajaran TNI/Polri dan para relawan. "Pemerintah pusat menyiapkan anggaran untuk membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan juga rusak ringan dengan anggaran untuk rusak berat itu adalah Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan adalah Rp 10 juta," ungkap dia.

Dia mengatakan secara umum penanganan dampak bencana alam di lapangan berjalan cukup bagus. "Kerja sama antara TNI/Polri untuk membantu pemerintah daerah berjalan sangat maksimal, termasuk juga relawan lokal dan mungkin hari ini atau lusa sudah datang lagi sejumlah relawan dari beberapa daerah," kataDoni.

Akibat badai siklon tersebut, katanya, 11 daerah di NTT yang terdampak, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, dan Ende. Sedangkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Bima yang terkena dampaknya.

Menurut data BNPB, 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak. Pengungsian terbesar di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK), dan Flores Timur 256. Siklon Tropis Seroja juga mengakibatkan sejumlah kerugian, antara lain 1.962 rumah terdampak, 119 rumah rusak berat, 118 rumah rusak sedang, dan 34 rumah rusak ringan, sedangkan fasilitas umum 14 rusak berat, satu rusak ringan, dan 84 unit lain terdampak. nu

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement