Rabu 31 Mar 2021 01:01 WIB

Penumpang Bus di Terminal Bekasi Mulai Menggeliat

Kapasitas bus yang dioperasikan selalu memenuhi 50 persen kapasitas

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Esthi Maharani
Terminal Bekasi, Jawa Barat
Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA
Terminal Bekasi, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Jumlah penumpang Perusahaan Otobus (PO) Primajasa Terminal Bekasi mulai membaik sejak pertengahan Maret 2021. Pengurus PO Primajasa Terminal Bekasi, Mulyadi, mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, kapasitas bus yang dioperasikan selalu full meski masih menerapkan 50 persen kapasitas.

"Dalam beberapa hari ini, sejak pertengahan selalu full (50 persen)," kata Mulyadi saat dihubungi Republika, Selasa (30/3).

Sepanjang pandemi Covid-19, PO Primajasa di Terminal Induk Kota Bekasi hanya mengoperasikan setengah armadanya. Dari yang tadinya 40 armada menjadi 20 hingga 25 armada saja.

"Kami juga masih terapkan prokes 50 persen jumlah penumpang, sementara ini armada yang tadinya 40 armada, jadi 20-25 armada yang beroperasi per hari dari semua rute," terangnya.

Dia mengatakan, untuk jumlah kapasitas bus untuk armada yang memiliki komposisi bangku 2-3 maksimal kapasitasnya hanya 60 orang. Sedangkan yang komposisi bangkunya 2-2, maksimal kapasitasnya hanya 45 orang.

Adapun, untuk harga tiket yang berlaku selama pandemi masih naik 50 persen. Dari yang harganya Rp 60 ribu menjadi Rp 90 ribu. Dari yang normalnya Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu.

"Harga tiket naik 50 persen semenjak berlaku protokol kesehatan. Yang harganya Rp 60 ribu menjadi Rp 90 ribu, yang awalnya Rp 100 ribu jadi Rp 150 ribu," kata dia.

Mulyadi mengatakan, rute paling banyak diminati penumpang adalah rute selatan di antaranya Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan ke arah Garut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement