Senin 29 Mar 2021 14:52 WIB

BPBD Jabar Catat 19 Orang Alami Luka Ringan dan Berat

Di antara korban luka termasuk seorang nenek berusia 100 tahun.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan
Kilang minyak Pertamina RU VI meledak dan terbakar, Senin (29/3) dinihari. Kobaran api hingga berita ini diturunkan masih terus membesar.
Foto: Agus Yulianto/Republika
Kilang minyak Pertamina RU VI meledak dan terbakar, Senin (29/3) dinihari. Kobaran api hingga berita ini diturunkan masih terus membesar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jabar) mencatat ada 19 orang yang mengalami luka ringan dan berat akibat insiden tersebut. Di antaranya, korban yang terluka adalah para lansia, yang termasuk di dalamnya seorang nenek yang berusia 100 tahun.

"Betul di antaranya ada lansia, sekarang posisi korban yang luka berada di RS Pertamina," ujar Kasie Kedaruratan BPBD Jabar Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Senin (29/3).

Menurut Hadi, tiga orang korban dalam musibah kebakaran Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan, di Kabupaten Indramayu belum ditemukan. Diduga tiga orang tersebut terpental ke sawah saat melewati jalan Balongan pada Senin (29/3) dini hari. "Sampai saat ini belum ditemukan," katanya.

BPBD Jabar, kata dia, telah menurunkan tim untuk melakukan pendampingan pengendalian bencana tersebut bersama Pertamina dan BPBD Indramayu. "Kita melakukan pendampingan dan penanganan kebakaran ini dilakukan langsung oleh Pertamina," katanya.

Sementara itu, ratusan orang mengungsi ke tiga tempat yang berada di Islamic Center, Pendopo Kabupaten Indramayu dan GOR Bumi Patra. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, proses pemadaman kilang minyak Pertamina Refinary Unit (RU) VI di Balongan, Kabupaten Indramayu, sudah mulai terkendali.

Ridwan Kamil berharap, kebakaran kilang minyak yang terjadi Senin (29/3) pukul 00.25 WIB tersebut dapat dipadamkan pada siang atau sore hari ini. Ia pun meminta warga untuk tidak panik.

“Mudah-mudahan siang hari atau sore sudah padam," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jabar, Kota Bandung, Senin (29/3). “Keselamatan warga adalah yang utama,” imbuhnya.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, saat ini ada lima orang luka berat dan 15 orang mengalami luka ringan. Emil memastikan warga yang mengalami luka sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit umum daerah setempat.

"Ada korban luka-luka sekitar 20 orang. Mereka sudah dirujuk ke rumah sakit umum daerah setempat,” katanya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kang Emil pun sudah menginstruksikan BPBD Provinsi Jabar untuk  memastikan semua kebutuhan warga yang mengungsi terpenuhi dan tetap aman dari penularan Covid-19.

"Warga yang berada di radius kilang potensi bahaya sudah diungsikan. Sekitar 500 orang sudah diungsikan Pertamina ke GOR dan Kantor Pendopo Indramayu," katanya.

Emil juga mengatakan, saat ini Pertamina telah mematikan sementara sistem operasi dan mencegah kebakaran agar tidak meluas. Hingga kini Pemda Provinsi Jabar masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran.

"Pertamina pun menyampaikan permohonan maaf dan yang kedua juga memastikan pasokan BBM tidak terganggu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement