Sabtu 27 Mar 2021 19:01 WIB

Di Balik Diplomasi Keris Menhan Prabowo Subianto

Menhan Prabowo Subianto kerap membagikan keris untuk diplomasi

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Nashih Nashrullah
Menhan Prabowo Subianto kerap membagikan keris untuk diplomasi. Ilustrasi keris
Foto: MOCH ASIM/ANTARA
Menhan Prabowo Subianto kerap membagikan keris untuk diplomasi. Ilustrasi keris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, selalu membawa suvenir berupa senjata tradisional asli Indonesia untuk diberikan kepada Menhan maupun pimpinan negara-negara sahabat. Teranyar, Prabowo memberikan keris Bali kepada Menhan Inggris, The Rt Hon Ben Wallace MP.

"Pak Prabowo selalu membawa suvenir berbentuk senjata tradisional asli Nusantara baik itu keris, pedang, maupun parang," ungkap juru bicara Menhan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/3). 

Baca Juga

Pada pertemuan yang dilakukan dengan Menhan Inggris di London, Inggris, Prabowo memberikan suvenir berupa keris. Jenis Keris yang diberikan Prabowo ke Menhan Inggris adalah keris Bali atau yang dia sebut sebagai warrior keris.

"Pak Prabowo menyebutnya warrior keris, pada saat damai keris ini diletakkan di belakang dan saat peperangan keris ini akan diletakkan di depan," jelas dia. 

Menurut Dahnil, suvenir berbentuk senjata tradisional asli Nusantara tersebut selalu diberikan Prabowo sebagai upaya memperkenalkan kebudayaan Indonesia dan mempererat persahabatan dengan negara-negara tersebut. Itu juga dilakukan untuk menunjukkan Indonesia merupakan negara pejuang.

"Dalam sejarah dan sampai saat ini, Indonesia adalah negara pejuang nan pantang menyerah menghormati semua peradaban, welcoming with the other, namun selalu siap sedia untuk mempertahankan kedaulatan negara dan bangsanya," kata Dahnil.

Prabowo melakukan pertemuan dengan Menhan Inggris dalam rangkaian lawatannya di London pada 22-24 Maret 2021 lalu. Keduanya membahas upaya peningkatan kerja sama bilateral pertahanan RI-Inggris. 

"Dalam pertemuan dua Menhan tersebut dibahas mengenai upaya-upaya dan peluang untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral pertahanan RI-Inggris," ujar Dahnil, Jumat (26/3).

Dahnil menjelaskan, pertemuan dilaksanakan pada Selasa (23/3) lalu. Selain membahas soal upaya peningkatan kerja sama bilateral pertahanan kedua negara, mereka juga membahas peran RI-Inggris dalam kerja sama di kawasan dan di tingkat global.

Dalam lawatan di London, kata Dahnil, Prabowo juga bertemu dengan sejumlah mitra, di antaranya Utusan Khusus Perdagangan PM Inggris/anggota parlemen, Richard Graham MP. 

Hadir mendampingi Menhan dalam kunjungan kerjanya di Inggris, Duta Besar RI untuk Inggris Raya, Desra Percaya, Athan RI di London, serta delegasi Kementerian Pertahanan RI.  

"Hubungan bilateral RI-Inggris, secara umum berjalan sangat baik yang ditandai dengan saling kunjung para pejabat di kedua negara di berbagai tingkatan," kata Dahnil.

Di bidang pertahanan, kedua negara telah memiliki forum Dialog Pertahanan yang setiap tahun dilaksanakan, yakni JDCD atau Joint Defence Cooperation Dialogue, sejak 2019. Kerja sama pertahanan yang menonjol adalah pada bidang pendidikan militer dan pengadaaan serta pemeliharaan alat utama sistem pertahanan.  

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement