Jumat 19 Mar 2021 16:07 WIB

Islah dengan PPP, Djan Faridz Izin ke Megawati

Suharso disebut tak menemuinya dan hanya mengajaknya bergabung lewat telepon.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto
Djan Faridz
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Djan Faridz

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dulu berseberangan, Djan Faridz, mengungkapkan cerita sebelum dirinya untuk islah atau bersatu dan masuk ke dalam kepengurusan Suharso Monoarfa sebagai anggota Majelis Dewan Kehormatan PPP. Dia mengaku, izin terlebih dulu dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

"Biasaya kalau gini-gini suka izin dari Ibu Megawati. Karena, Ibu Megawati itu dekat dengan saya. Beliau memang sudah melarang saya untuk berpolitik," ujar Djan dalam sebuah diskusi daring, Jumat (19/3).

Djan mengaku, saat ini, dirinya merupakan penasehat kehormatan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly. Sehingga, dia juga meminta izin kepadanya, untuk kemudian disampaikan kepada Megawati.

"Saya lapor Pak Menteri saya bilang, saya tidak usah ke Bu Mega ya kalau sudah diizinin Pak Menteri. Ya udah tanggung jawab saya nanti saya lapor," ujar Djan.

 

Selain kepada Megawati dan Yasonna, Djan juga meminta izin kepada sejumlah sahabatnya yang juga dekat dengan kedua orang tersebut. Hingga akhirnya mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu bergabung dengan PPP yang dipimpin oleh Suharso.

"Beliau sudah setuju dan Alhamdulillah sehingga kita bisa bergabung kembali dan saya sampaikan kepada Pak Suharso, jangan kasih saya jabatan kerja. Kalau saya kerja, saya mesti keliling daerah lagi," ujar Djan.

Sebelum itu, dia menceritakan, bagaimana cara Suharso mengajaknya bergabung ke dalam kepengurusannya. Saat itu, Suharso disebut tak menemuinya dan hanya mengajaknya bergabung lewat telepon.

"Beliau itu bukan datang ke saya dengan cara baik-baik, beliau itu cukup telepon sama saya perintah. 'Eh lu jangan sendirian aja, gua sendirian kerja, lu ikut' gituloh. Jadi gayanya bercanda," ujar Djan.

Bergabungnya dirinya dan menjadi anggota Majelis Kehormatan PPP, ia berharap, Partai berlambang Kabah itu kembali pada kejayaannya. Apalagi, pihak-pihak yang sebelumnya berada di gerbongnya, sudah menyatakan keinginannya untuk bergabung.

"Mudah-mudahan dengan jabatan ini saya bisa membantu PPP yang kita cintai bersama, hingga PPP ini kembali Jaya seperti zaman sebelum ini. Menjadi semangat juang kita untuk bersatu," ujar Djan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement