Rabu 17 Mar 2021 12:12 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Bus Tanjakan Cae Jadi 30 Orang

Saat ini, enam orang masih dirawat di RSUD Sumedang.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolandha
Warga menyaksikan kondisi bangkai bus pariwisata PO Sri Padma Kencana pascakecelakaan di kawasan Tanjakan Cae, Jalan Raya Wado-Malangbong, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/3). Kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Sri Padma Kencana dengan no pol T 7591 TB yang membawa rombongan peziarah dari sebuah sekolah tersebut mengakibatkan 27 penumpang bus meninggal dunia dan 39 penumpang selamat. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga menyaksikan kondisi bangkai bus pariwisata PO Sri Padma Kencana pascakecelakaan di kawasan Tanjakan Cae, Jalan Raya Wado-Malangbong, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/3). Kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Sri Padma Kencana dengan no pol T 7591 TB yang membawa rombongan peziarah dari sebuah sekolah tersebut mengakibatkan 27 penumpang bus meninggal dunia dan 39 penumpang selamat. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae, Jalan Wado-Malangbong, Kabupaten Sumedang, bertambah dari 29 orang menjadi 30 orang. Salah seorang korban yang meninggal yaitu Suherman (51 tahun) terjadi Rabu (17/3) dini hari.

Humas RSUD Sumedang, Dahlan mengatakan, korban Suherman yang dirawat di ruang ICU meninggal sekitar pukul 02.20 WIB, Rabu (17/3). Korban merupakan warga Kabupaten Subang yang mengikuti rombongan ziarah di Tasikmalaya.

"Meninggal di lokasi 27 orang, meninggal di IGD 1 orang, di ICU dua orang. Total 30 orang meninggal," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/3).

Ia menuturkan, sebanyak enam orang masih dirawat di RSUD Sumedang yaitu di ruang ICU 1 orang, ruang HCU 1 orang, ruang Anggrek 1 orang dan ruang Jasmine 3 orang. Korban yang sudah pulang sendiri mencapai 29 orang.

Sebelumnya, di Tanjakan Cae tersebut telah terjadi kecelakaan bus Sri Padma Kencana yang menelan korban jiwa 29 orang meninggal dunia. Mereka adalah warga Subang yang baru pulang berziarah dari Tasikmalaya.

Rombongan peziarah tersebut melewati jalan alternatif Wado-Malangbong dan akhirnya kecelakaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, diduga rem bus mengalami blong namun hasil analisis penyebab kecelakaan masih dalam pemeriksaan.

Sopir truk telah ditetapkan sebagai tersangka termasuk kondektur. Namun, kasus tersebut dihentikan karena keduanya turut menjadi korban dan meninggal dunia.

"Sementara supir dan kondektur, masih sangat mungkin berkembang lagi," ujar Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement