Senin 15 Mar 2021 21:39 WIB

Rem Blong Diduga Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Sumedang

Di lokasi, belum ditemukan adanya tanda-tanda jejak ban yang melakukan pengereman.

Warga menyaksikan kondisi bangkai bus pariwisata PO Sri Padma Kencana pascakecelakaan di kawasan Tanjakan Cae, Jalan Raya Wado-Malangbong, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/3). Kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Sri Padma Kencana dengan no pol T 7591 TB yang membawa rombongan peziarah dari sebuah sekolah tersebut mengakibatkan 27 penumpang bus meninggal dunia dan 39 penumpang selamat. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga menyaksikan kondisi bangkai bus pariwisata PO Sri Padma Kencana pascakecelakaan di kawasan Tanjakan Cae, Jalan Raya Wado-Malangbong, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/3). Kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Sri Padma Kencana dengan no pol T 7591 TB yang membawa rombongan peziarah dari sebuah sekolah tersebut mengakibatkan 27 penumpang bus meninggal dunia dan 39 penumpang selamat. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan penyebab kecelakaan maut bus di Sumedang, Jawa Barat, diduga karena mengalami rem blong hingga terperosok ke jurang.

"Penyebabnya sejauh ini belum diketahui, cuma di awal informasi penyebabnya yakni rem blong," kata Erdi di Polda Jabar, Kota Bandung, Senin.

Dari informasi awal yang didapat di lokasi, menurutnya polisi mulai melakukan penyelidikan kecelakaan maut tersebut guna mencari penyebab pasti peristiwa nahas tersebut.

Adapun di jalan sekitar lokasi memang belum ditemukan adanya tanda-tanda jejak ban yang melakukan pengereman. Peristiwa itu sendiri terjadi di Jalur Alternatif Malangbong-Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Apakah benar penyebab kecelakaan diawali karena rem blong, masih dilakukan penyelidikan," kata dia.

Menurut Erdi, sejauh ini polisi telah memeriksa belasan saksi terkait dengan kecelakaan itu. Saksi itu terdiri dari para korban yang selamat, dan warga setempat yang melihat peristiwa tersebut.

"Tentunya ada beberapa yang akan diminta keterangan, termasuk pemilik dari kendaraan bus itu," kata Erdi.

Peristiwa itu sendiri menelan korban jiwa sebanyak 29 orang meninggal dunia. Rinciannya sebanyak 27 orang meninggal di lokasi, dan dua orang meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement