Senin 01 Mar 2021 14:02 WIB

Vaksinasi Tahap 2 Kota Bogor Ditargetkan Selesai 45 Hari

Dinkes Kota Bogor menambah lokasi vaksinasi agar target tersebut tercapai.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke aparatur sipil negara (ASN) - ilustrasi
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke aparatur sipil negara (ASN) - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Vaksinasi Covid-19 tahap dua di Kota Bogor ditargetkan selesai dalam 45 hari. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menambah lokasi vaksinasi agar target tersebut tercapai.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, pelaksanaan vaksinasi tahap dua secara massal tidak bisa selesai dalam 45 hari, jika hanya dilaksanakan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang ditentukan sebelumnya. “Waktu pelaksanaan ini targetnya 45 hari mulai hari ini. Nah kita nanti pasti akan sedikit memasuki bulan Ramadhan mangkanya dikejar sekarang. Kalau dilakukan seperti biasa di puskesmas tidak akan bisa,” ujar Bima Arya di Puri Begawan, Senin (1/ 3).

Baca Juga

Ada beberapa lokasi vaksinasi selain 64 fasyankes sudah ditentuka. Yakni di Gedung Puri Begawan, SMPN 5, Rumah Sakit Salak, Denkesyah, Aula Polresta Bogor Kota, RS Bhayangkara, Technopark dan Technonet IPB, serta International IPB Convention Center Botani.

“Oleh karena itu kita bersyukur difasilitasi oleh Puri Begawan ini untuk bisa melakukan vaksinasi di tempat ini agar bisa dikejar target 45 hari,” kata Bima Arya.

Sejauh ini, lanjutnya, pada vaksinasi tahap satu yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes), sudah ada 9.062 nakes yang menerima vaksin. Pelaksanaan vaksinasi tersebut berjalan lancar, ditambah dengan tidak adanya gejala yang dirasakan oleh para penerima vaksin.

“Dan tahap satu itu sudah selesai berjumlah 9.062 orang, sejauh ini belum ada laporan efek-efek atau gejala-gejala dari vaksin. Jadi semuanya berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, kelompok yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua adalah mereka yang merupakan pelayan publik, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pejabat publik, pedagang, hingga wartawan.

"Jadi, ada kategori profesi pelayan publik di Kota Bogor yang masuk daftar penerima vaksin, seperti ASN, pejabat publik, TNI-Polri, DPRD, BUMN dan BUMD, guru, dosen, pedagang pasar, tokoh agama, pelaku pariwisata, ojek online, taksi online dan wartawan," ujarnya.

Sementara itu, untuk tenaga pelaksana dalam vaksinasi tahap 2 ini, tim yang dilibatkan berasal dari Dinkes, rumah sakit, dan puskesmas dengan menargetkan sasaran 1.500 orang per hari. Sehingga diharapkan dalam kurun waktu satu bulan bisa rampung.

Pemkot Bogor kata Retno, melalui Dinkes telah menerima 7.730 vial untuk sasaran pelayanan publik yang berisi 69.570 dosis vaksin Covid-19 Bio Farma. "Untuk satu vial itu berisi 5 ml yang bisa digunakan untuk 9 orang (1 orang 0,5 ml). Jadi, kalau kami hitung dari 7.730 vial jika dikali 9 menjadi 69.570 dosis atau untuk 34.785 orang (2 kali vaksin)," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement