Ahad 28 Feb 2021 17:01 WIB

Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Lampung 68 Orang

Angka reproduksi efektif Covid-19 di Lampung masih berfluktuasi dua pekan terakhir

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad
Petugas medis melakukan tes cepat (rapid test) antigen kepada pengunjung tempat wisata dari luar Lampung di Pos Penjagaan Lalu lintas di Kelurahan Sukamaju, Bandar Lampung, Ahad (27/12/2020). Rapid Test antigen gratis yang diselenggarakan Satuan Lalu lintas Polresta Bandar Lampung sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Lampung.
Foto: ARDIANSYAH/ANTARA
Petugas medis melakukan tes cepat (rapid test) antigen kepada pengunjung tempat wisata dari luar Lampung di Pos Penjagaan Lalu lintas di Kelurahan Sukamaju, Bandar Lampung, Ahad (27/12/2020). Rapid Test antigen gratis yang diselenggarakan Satuan Lalu lintas Polresta Bandar Lampung sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Penambahan pasien positif Covid-19 di Provinsi Lampung sebanyak 68 orang pada Ahad (28/2). Sedangkan pasien positif yang sembuh 67 orang, dan pasien positif yang wafat masih bertambah enam orang.

Data yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung pada Ahad (28/2), menyebutkan, jumlah total kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 12.535 orang, pasien selesai isolasi (sembuh) 10.939 orang, kasus kematian pasien positif 648 orang, dan kasus suspek 270 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana mengatakan, angka reproduksi efektif Covid-19 di Lampung masih berfluktuasi pada dua pekan terakhir antara 0,29 sampai 0,83 berada di bawah angka 1. Artinya, kata dia, pandemi sepenuhnya belum terkendali.

Sampai pada Ahad (28/2) kasus positif 12.535 orang, pasien sembuh 10.939 orang, dan kasus meninggal dunia 648 orang. Angka kesembuhan pasien positif mencapai 87,26 persen, dan angka kematian atau case fatality rate (CFR) sebesar 5,17 persen.

Reihana yang juga Kepala Dinkes Lampung mengatakan, ketersediaan tempat tidur (TT) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Lampung sebanyak 948 buah, sedangkan pasien positif yang dirawat menggunakan 372 TT. “Sisa tempat tidur yang belum terpakai 576 tempat tidur,” katanya, Ahad (28/2).

TT dengan ventilator di ruang isolasi bertekanan negatif tersedia di lima RSUD sebanyak 10 unit. Sedangkan TT dengan ventilator di ruang isolasi biasa tersedia di lima RSUD sebanyak 13 unit.

Dari 15 kabupaten/kota di Lampung, tidak terdapat daerah zona merah dan hijau. Semua kabuapten/kota berstatus zona oranye (risiko kenaikan kasus sedang), kecuali dua daerah (Mesuji dan Tulangbawang Barat) berstatus zona kuning (risiko kenaikan kasus rendah).

Kota Bandar Lampung yang sebelumnya status zona merah (risiko kenaikan kasus tinggi) tetap masih tinggi penambahan kasus positif Covid-19. Total kasus positif kota berjuluk Tapis Berseri tersebut 4.669 orang, pasien sembuh 4.171 orang, dan kasus kematian 304 orang.

Sejumlah mal, restoran, kafe, pusat perbelanjaan besar dan mini, dan tempat hiburan malam, masih menerapkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Bandar Lampung nomor 440/133/IV.06/2021 tentang Pembatasan Jam Buka Kegiatan Usaha pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bandar Lampung. Operasional usaha sampai tutup pukul 19.00.

Bagi pengusaha yang melanggar dikenakan sanksi sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengendalian Covid-19. Menurut Yunanto, petugas mal dan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bandar Lampung, tempat usahanya baik di pusat maupun di cabang menutup kegiatan usaha sampai pukul 19.00 tanpa terkecuali.“Kami mematuhi aturan pemerintah, tidak buka sampai malam lagi. Karena memang untuk membantu pencegahan penyebaran virus corona,” katanya.

Penutupan kegiatan usaha tersebut tampaknya berlaku bagi mal, mini market, pasar swalayan, dan tempat hiburan. Namun, beberapa tempat kegiatan usaha yang bersifat individu masih bebas buka sampai larut malam.“Karena mini market tutup, mal tutup, kami buka untuk memenuhi permintaan kebutuhan konsumen pada malam hari,” kata Agus, pemilik toko bahan pokok rumah tangga. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement