Kamis 25 Feb 2021 22:28 WIB

Kades di Bogor Penilap Rp 900 Juta Dana Desa Ditahan

Kades Sukawangi menilap uang dari enam kegiatan Dana Desa dan Bankeu.

Police line. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menahan Kepala Desa (Kades) Sukawangi periode 2015-2020.
Foto: Wikipedia
Police line. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menahan Kepala Desa (Kades) Sukawangi periode 2015-2020.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menahan Kepala Desa (Kades) Sukawangi periode 2015-2020. Endro Hermawanto setelah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi (tipikor), Kamis (25/2).

"Tahun anggaran 2019. Total anggarannya ini Rp 3,4 miliar, kemudian setelah diaudit oleh inspektorat, ada kerugian Rp 900 juta," kata Kepala Kejari Kabupaten Bogor, Munaji saat konferensi pers di kantornya.

Baca Juga

Mantan Kepala Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, itu menilap uang dari enam kegiatan yang anggarannya bersumber dari dana desa dan bantuan keuangan (bankeu) provinsi. Dana yang dikorupsi tersebut seharusnya dibayarkan untuk betonisasi jalan desa, bantuan rumah tidak layak huni, hingga bantuan untuk badan usaha milik desa.

"Uang (hasil korupsi) tidak mengalir, dipakai untuk kepentingan pribadi. Tidak bisa jabarkan apa," kata Munaji.

Atas perbuatannya, Endro Hermawanto terancam dijerat Undang-undang nomor 20 pasal 2 dan pasal 3 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Munaji berharap, kasus tersebut menjadi peringatan bagi seluruh kepala desa agar mengelola anggaran dari pemerintah dengan benar dan jujur.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Kabupaten Bogor, Bambang Winarno menyebutkan pihaknya sudah memeriksa 12 orang saksi atas perkara tersebut. "Ini berdasarkan temuan di lapangan dan laporan warga. Saksi 12 orang termasuk camat dan kepala desa yang sekarang menjabat," kata Bambang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement