Senin 22 Feb 2021 23:47 WIB

Ekonomi Mamuju Berangsur Pulih Setelah Gempa

Ekonomi mulai pulih ditandai kembali aktifnya pasar dan aktivitas jual beli Mamuju

Warga berkendara mencari tempat ketinggian pasca gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Suasana Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat berangsur pulih setelah lebih dari sebulan dilanda bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo. Dua pasar di Mamuju, yakni pasar sentral Mamuju dan pasar regional Mamuju, mulai beroperasi normal dan tampak mulai dipadati pembeli dan penjual, Senin.
Foto: AKBAR TADO/ANTARA
Warga berkendara mencari tempat ketinggian pasca gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Suasana Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat berangsur pulih setelah lebih dari sebulan dilanda bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo. Dua pasar di Mamuju, yakni pasar sentral Mamuju dan pasar regional Mamuju, mulai beroperasi normal dan tampak mulai dipadati pembeli dan penjual, Senin.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Suasana Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat berangsur pulih setelah lebih dari sebulan dilanda bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo. Dua pasar di Mamuju, yakni pasar sentral Mamuju dan pasar regional Mamuju, mulai beroperasi normal dan tampak mulai dipadati pembeli dan penjual, Senin.

Selain pasar, sejumlah rumah toko dan rumah makan maupun warung kopi sebagian besar mulai beroperasi dan melayani pembeli. Begitu juga dengan perbankan di Mamuju seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, BTN, dan lainnya tampak mulai buka melayani nasabah.

Sebagian besar pengungsi juga telah kembali ke rumah-rumah mereka dan beraktivitas seperti hari biasa. Sejumlah personel TNI juga terus bekerja merobohkan rumah sekolah dan rumah toko yang rusak dan bisa ambruk guna mencegah hal buruk.

"Masyarakat berharap situasi dapat kembali normal dan pelayanan pemerintahan dapat seperti sebelumnya, serta fasilitas publik dan roda perekonomian dapat kembali beroperasi agar Kota Mamuju dapat seperti sebelumnya," kata Erwin, salah seorang warga.

 

Ia berharap, pemerintah dapat lebih cepat membangun pemukiman warga yang rusak dan situasi akan benar benar pulih dan seluruh pengungsi dapat kembali kerumahnya. Jumlah pengungsi di Sulawesi Baratsecara keseluruhan mencapai 91.003 orang, dan yang terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju(58.123 orang), Kabupaten Kabupaten Majene (25.737 orang), dan Kabupaten Polman (5.343 orang).

Jumlah pengungsi itu kemudian berkurang dan tersisa 36.947 setelah lebih dari sebulan gempa melanda, pengungsi tersebut berada 194 titik pengungsian di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Menurut dia, untuk data korban meninggal dunia sebanyak 105 orang, dengan rincian 95 orang di Kabupaten Mamuju, 10 orang di Kabupaten Majene.

Sementara untuk data kerusakan rumah, terbanyak di Kabupaten Mamuju sebanyak 11.422, kerusakan tersebut terdiri dari rusak ringan sebanyak 5.527, rusak sedang sebanyak 3.844, dan rusak berat sebanyak 2.051. Sedangkan di Kabupaten Majene, rumah rumah rusak sebanyak 5.929, terdiri dari 1.656 rusak ringan, 1.538 rusak sedang dan 2.735 rusak berat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement