Kamis 28 Jan 2021 16:25 WIB

Pedagang Daging BSD Kembali Jualan, Ini Kata Mereka

Harga saat ini yang ditetapkannya mengikuti kenaikan harga di rumah pemotongan hewan.

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus Yulianto
Kondisipeda gang daging sapi di Pasar Modern BSD, Tangsel pada Kamis (28/1) yang kembali berjualan setelah melakukan aksi mogok selama tiga hari pada pekan lalu.
Foto: Republika/Eva Rianti
Kondisipeda gang daging sapi di Pasar Modern BSD, Tangsel pada Kamis (28/1) yang kembali berjualan setelah melakukan aksi mogok selama tiga hari pada pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Para pedagang sapi di Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan telah kembali berjualan pasca-mogok jualan akibat imbas dari lonjakan harga komoditas tersebut. Namun demikian, hingga saat ini, pedagang mengaku harga daging sapi belum kembali normal.

Bimo (30 tahun), salah satu pedagang di Pasar Modern BSD mengungkapkan, sebelumnya bisa memberi harga sebesar Rp 125 ribu per kilogram untuk para konsumen. Namun, saat ini harga daging sapi yang dijualnya sekitar Rp 130 ribu hingga Rp 135 ribu per kilogram dan tidak bisa ditawar. 

Harga saat ini yang ditetapkannya mengikuti kenaikan harga di rumah pemotongan hewan (RPH) yang mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu. “Harga di RPH Rp 110 ribu. Sebelumnya sekitar Rp 100 ribu. Sekarang saya sudah enggak bisa ngasih diskon buat pembeli,” kata Bimo saat ditemui di Pasar Modern BSD, Tangsel, Kamis (28/1/2021).

Bimo mengungkapkan, kenaikan harga daging sapi, di samping karena kondisi pandemi Covid-19 telah memberi dampak pada penurunan pendapatan. “Sehari Rp300 ribu sampai Rp400 ribu normalnya. Sekarang ada penurunan 10 persen sampai 20 persen,” ceritanya.

Terkait mogok jualan yang telah dilakukannya pada pekan lalu, Bimo mengaku, tidak ada perubahan apapun dari harga daging sapi. Nyatanya, harga di RPH masih di angka yang sama, sehingga harga jualnya pun mengikuti kondisi. 

“Harga di RPH masih sama, enggak berubah. Mogok enggak ngaruh. Jadi buat istirahat doang itu mogoknya,” terangnya. Kendati demikian, Bimo masih berharap harga daging sapi di RPH bisa kembali normal.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement