Senin 18 Jan 2021 19:14 WIB

46 Gardu Listrik PLN di Sulbar Alami Gangguan

Gangguan terhadap gardu listrik itu akinat terjadinya longsor.

Petugas PLN memperbaiki gardu listrik yang mengalami gangguan (ilustrasi)
Foto: Antara/Adeng Bustomi
Petugas PLN memperbaiki gardu listrik yang mengalami gangguan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar mencatat 46 gardu listrik di Sulawesi Barat kembali mengalami gangguan akibat longsor yang terjadi di Desa Onang, Tubi Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar pada Senin (18/1). Sebelumnya, PLN telah berhasil menyalakan 702 gardu. Namun karena adanya longsor di daerah Onang menyebabkan aliran listrik ke 46 gardu di Sulbar kembali terganggu.

"Kami terus berupaya memulihkan semua jaringan agar dapat mengalirkan listrik kembali," ujar Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mamuju, Setiawan melalui keterangannya yang diterima di Makassar.

Baca Juga

Ia mengatakan saat ini personel dan peralatan telah siap di lokasi untuk memulihkan jaringan. Namun upaya tersebut masih menunggu aparat memastikan keamanan di lokasi.

Secara bertahap, PLN telah berhasil memenuhi kebutuhan pasokan listrik di beberapa lokasi vital di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, RS Regional Provinsi Sulbar, posko-posko pengungsian. Juga di Markas Kepolisian Daerah Sulbar, Posko Komando Distrik Militer Bandara Tampa Padang, Posko Stadion Manakarra, Telkom, PDAM Rangas, TVRI Sulbar, Lembaga Pemasyarakatan Mamuju, serta sebagian Penerangan Jalan Umum Kota Mamuju.

Sementara itu, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan terjadi dua kali pada Senin pagi, yakni 2,8 SR di Timur Laut Mangkutana dan 1,9 SR pada pukul 07.28 WITA di Barat Daya Mamasa.

Sub Koordinator Pelayanan Jasa BMKG Makassar Siswanto menjelaskan gempa bumi tentu sangat berdampak pada pergeseran tanah yang bisa memicu terjadinya longsor. "Makanya kami direkomendasi kalau pulang diminta mutar di Mamasa. Kita juga pas mau ke sini (Sulbar) terhambat karena jalan menuju Majene itu longsor," katanya yang saat ini berada di Majene Sulbar.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement