Ahad 10 Jan 2021 15:33 WIB

RS Polri Terima 12 Data Keluarga Korban Sriwijaya Air

Data-data itu akan menjadi bahan identifikasi untuk korban jatuhnya pesawat.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Andi Nur Aminah
Posko Ante Mortem-DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad (10/1).
Foto: Republika/. Alkhaledi Kurnialam
Posko Ante Mortem-DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad (10/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 12 data keluarga terkait penumpang dan awak kabin pesawat Sriwijaya Air SJ182 saat ini telah diterima RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Data-data tersebut nantinya akan menjadi bahan identifikasi untuk korban jatuhnya pesawat Sriwijaya pada Sabtu (9/1) lalu.

"Sampai saat ini kita telah menerima data-data dari keluarga yang hadir sebanyak 12 orang orang. Kita juga sudah menerima satu kantung jenazah berupa /body part yang akan dilakukan pemeriksaan oleh Tim DVI," jelas Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Asep Hendradiana saat jumpa pers di RS Polri, Jakarta Timur, Ahad (10/1).

Baca Juga

Bagi para keluarga yang terkait dengan penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Asep berharap agar memberikan data-data lengkap kepada RS Polri untuk keperluan identifikasi. "Kita dalam hal ini juga telah membuka hotline bagi para keluarga di nomor 081235039292," katanya.

Selain di RS Polri Kramatjati, Posko Ante Mortem-DVI juga dibuka oleh Bidokkes Polda Kalimantan Barat. Sehingga keluarga yang berada di Kalimantan tidak harus pergi ke Jakarta. Pihak keluarga, kata Asep, diharap memberikan data-data penunjang identifikasi seperti sidik jari.

"Keluarga korban yang datang ke posko ante mortem sebelumnya akan dilakukan beberapa tindakan pemeriksaan tes antigen. Ada juga anamnesa dan treatment assessment seperti pendampingan psikologi dan keagamaan," ujarnya.

Pesawat komersial Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan penerbangan SJ 182 hilang kontak pada Sabtu (9/1). Puluhan penumpang dan awak kabin dalam pesawat tersebut masih dalam pencarian.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement